Radar Jember - Setidaknya kurang dari 10 hari menjelang dimulainya arus mudik Lebaran.
Berbagai moda transportasi harus melakukan persiapan, termasuk kereta api yang menjadi salah satu angkutan tersibuk selama musim mudik.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memastikan kesiapan sarana perkeretaapian.
Sebanyak 11 lokomotif dan 109 kereta disiapkan untuk melayani lonjakan penumpang selama Masa Angkutan Lebaran 2026.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di Depo Lokomotif Daop 9 Jember, teknisi memeriksa komponen lokomotif satu per satu guna memastikan seluruh sistem dalam kondisi prima sebelum dioperasikan.
Panel lokomotif dibuka, kabel diperiksa, sistem kelistrikan diuji, filter oli, bahan bakar, hingga perangkat bawah rangkaian dicek secara detail.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh armada memenuhi standar teknis dan keselamatan. Kami memastikan lokomotif dan kereta dalam kondisi prima serta laik operasi,” ujar Manajer Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Rabu (4/3).
Dia mengatakan seluruh rangkaian telah melalui tahapan pemeriksaan ketat.
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara internal. Tetapi juga melalui ramp check kolaboratif bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya.
Menurut Cahyo, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Selain pemeriksaan harian, perawatan sarana juga dilakukan melalui skema preventive maintenance atau perawatan terjadwal serta corrective maintenance untuk perbaikan tidak terjadwal.
Pemeriksaan berkala dilakukan setiap bulan, tiga bulan, enam bulan, hingga tahunan di depo lokomotif.
Sementara itu, perawatan skala besar seperti pemeriksaan 24, 48, hingga 72 bulanan dilakukan di Balai Yasa.
Proses tersebut mencakup pengecekan sistem angin, diesel, elektrik, serta mekanik guna memastikan seluruh komponen bekerja optimal dan meminimalkan risiko gangguan teknis.
Hasil ramp check juga ditindaklanjuti dengan instruksi khusus kepada jajaran teknis.
Pengawasan terhadap alat keselamatan diperketat, termasuk memastikan seluruh No Go Item berfungsi sempurna sebelum kereta diizinkan beroperasi.
Selain itu, tambah dia, monitoring penggantian rem blok dilakukan lebih intensif dan pengadaan suku cadang dipercepat untuk menjaga kualitas sistem pengereman.
Setiap temuan pemeriksaan juga dilaporkan secara berkala dan transparan agar dapat dimonitor langsung oleh BTP Kelas I Surabaya.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, Daop 9 Jember juga menyiagakan sarana cadangan.
Satu lokomotif dan satu kereta kelas eksekutif ditempatkan di Depo Lokomotif Jember. Sementara satu kereta pembangkit disiapkan di Depo Kereta Ketapang Banyuwangi. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh