Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menginstruksikan penerapan sistem pelaporan dokumentasi ganda guna mengakhiri kegaduhan informasi terkait kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sering viral di media sosial.
Langkah ini mewajibkan pihak dapur dan pihak sekolah untuk saling mengirimkan bukti foto menu secara real-time setiap harinya melalui kanal komunikasi yang berbeda.
Langkah preventif kroscek dua sisi ini diambil untuk memastikan bahwa informasi yang sampai ke publik dan pemerintah pusat adalah data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara visual.
"Target saya, sekarang Senin, dan Rabu sudah mulai, harus ada tempat pelaporan masing-masing dapur untuk menu setiap harinya, difoto dikirim grup, diberi keterangan nama alamat tempat hari, dan nama dapurnya," katanya, saat memberikan arahan melalui zoom dari Tanah Suci, kepada para kepala Dapur MBG se-Jember, di pendapa Wahyawibawagraha, Senin (2/03) malam.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, menyatakan sistem ini tidak hanya melibatkan pengelola dapur atau SPPG, tetapi juga mewajibkan Dinas Pendidikan untuk mengoordinasi para kepala sekolah dalam sebuah grup khusus.
Kepala sekolah diminta mendokumentasikan makanan saat diterima di sekolah, sebagai pembanding atas laporan yang dikirimkan oleh pihak dapur.
Melalui dua versi informasi ini, kata dia, Satgas MBG Jember dapat memverifikasi apakah menu yang dikirimkan pihak dapur sama persis dengan yang diterima oleh siswa di lapangan.
"Jadi ada dua informasi versi, dari pihak dapur memberikan informasi ini, dari pihak sekolah menyampaikan informasi serupa melalui foto-foto menu yang lengkap keterangannya itu," tambah Gus Fawait.
Ia juga menegaskan bahwa dokumentasi yang rapi akan menjadi perisai bagi pemerintah daerah maupun SPPG dari tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar, sekaligus bahan laporan kepala daerah memberi penjelasan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
"Hal ini dilakukan agar kita bisa saling kroscek dari kedua belah pihak, dengan grup yang berbeda tersebut, dan menghindari fitnah hal-hal dari luar yang merugikan nama baik program," tegasnya lagi.
Ke depan, ia memastikan laporan harian ini akan menjadi basis data yang menentukan penilaian kinerja tahunan bagi setiap satuan pemenuhan gizi di Jember. Setiap ketidaksinkronan data antara laporan dapur dan sekolah akan langsung ditindaklanjuti dengan inspeksi mendadak oleh Satgas.
"Saya ingin kroscek ini berjalan otomatis setiap hari agar integritas program tetap terjaga di mata masyarakat," tutupnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh