Radar Jember – Air bercampur lumpur masih menggenang di sebagian Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji. '
Sumur-sumur warga masih keruh, tak lagi layak digunakan untuk minum maupun kebutuhan harian lainnya.
Di tengah kondisi itu, distribusi air bersih menjadi harapan paling mendesak.
Desa Gugut menjadi salah satu desa yang terdampak banjir luapan Sungai Dinoyo pada Senin (2/3) malam.
Sedikitnya 45 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat air yang masuk ke rumah-rumah warga.
Hal itu menyebabkan sumur warga tak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan air bersih. Palang Merah Indonesia (PMI) Jember turun langsung untuk dropping air bersih tersebut.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Jember Narto mengatakan, tim langsung terjun ke lapangan untuk mengkaji cepat dan penanganan darurat.
“Fokus utama kami adalah memastikan warga tetap memiliki akses air bersih untuk kebutuhan sanitasi dan konsumsi, mengingat sumur warga mengalami pencemaran banjir,” ujarnya.
Hasil pengecekan lapangan menunjukkan persoalan utama bukan lagi genangan air, melainkan tercemarnya sumber air bersih warga.
Lumpur yang masuk ke dalam sumur membuat air berubah warna dan berbau. Kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jika tetap digunakan tanpa penanganan.
Penanganan darurat dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. BPBD menempatkan empat unit tandon air di Dusun Krajan.
Sementara itu, PMI bertugas menyuplai air bersih secara berkala menggunakan armada mobil tangki.
Skema ini disiapkan agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.
Sejak Selasa sore (3/3), distribusi air bersih mulai dilakukan dengan pengisian empat tandon sekaligus.
Pengisian akan terus dilakukan setiap hari hingga kondisi sumur warga kembali normal. PMI memastikan respons cepat selalu menjadi prioritas setiap terjadi bencana.
“Jika sewaktu-waktu ada kejadian seperti banjir luapan Sungai Dinoyo, tim tanggap darurat PMI Jember langsung meluncur ke lokasi,” kata Zainollah, Ketua PMI Jember.
Selain distribusi air bersih, relawan PMI juga melakukan assessment lanjutan terhadap sumur-sumur warga.
Langkah ini menjadi bagian dari rencana normalisasi agar sumber air bisa kembali dimanfaatkan.
Proses pembersihan dan pemulihan sumur akan dilakukan bertahap sesuai kondisi lapangan. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh