Radar Jember - Deteksi dini penyalahgunaan narkoba dimulai dari pucuk pimpinan, seluruh petinggi Polres Jember menjalani tes urine mendadak usai apel pagi, Senin (2/3).
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan internal agar jajaran teratas benar-benar bersih dari narkotika sebelum berbicara penindakan di lapangan.
Pemeriksaan menyasar Kapolres, Wakapolres, pejabat utama (PJU), perwira staf hingga seluruh kapolsek jajaran.
Mereka diminta langsung menuju ruang pemeriksaan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Skema mendadak itu dilakukan untuk menjaga objektivitas serta menutup celah rekayasa.
Kasi Propam Iptu Suwito Nur menyampaikan, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif.
Tes urine dinilai sebagai instrumen penting untuk memastikan integritas institusi tetap terjaga, terutama di level pengambil kebijakan.
Menurutnya, pemimpin harus menjadi contoh nyata, bukan sekadar pemberi instruksi.
“Tes urine ini adalah langkah preventif untuk memastikan seluruh pimpinan di Polres Jember bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan internal perlu dimulai dari atas agar pesan kedisiplinan lebih kuat.
Kapolsek sebagai pimpinan di wilayah kecamatan, misalnya, memegang peran strategis dalam membina anggota sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keteladanan menjadi kunci.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pimpinan yang dites dinyatakan negatif narkoba.
“Tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan zat terlarang. Meski begitu, hasil tersebut tidak membuat pengawasan berhenti,” imbuhnya.
Ke depan, tes serupa akan dilakukan secara berkala maupun insidental.
Pihaknya menegaskan untuk terus memperkuat deteksi dini narkoba sebagai bagian dari menjaga profesionalisme, marwah institusi, serta kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh