Radar Jember – Luapan Sungai Dinoyo pada Senin (2/3) sore tak hanya menggenangi rumah warga di Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji.
Tetapi juga merusak lahan pertanian milik warga. Tanaman jagung dan padi dilaporkan roboh setelah diterjang banjir bercampur lumpur.
Besarnya debit air membuat sungai meluap hingga ke jalan beraspal desa. Air berwarna cokelat pekat itu datang membawa lumpur dan sampah dari hulu, lalu mengalir deras ke permukiman dan area persawahan.
Anis 27, warga setempat, mengatakan hujan di wilayahnya sebenarnya tidak terlalu deras. Namun, air tiba-tiba datang dalam jumlah besar.
“Awalnya air mulai masuk ke jalan aspal, ternyata bercampur lumpur dan langsung besar,” ujarnya.
Di sekitar rumahnya terdapat lahan jagung yang kini rata dengan tanah setelah diterjang arus. Air juga sempat masuk ke dalam rumahnya.
“Air masuk ke dapur sampai setengah meter. Kalau di teras hanya masuk sedikit dan tidak terlalu tinggi. Tapi di dapur cukup dalam sampai tidak bisa memasak,” katanya.
Selain jagung, tanaman padi milik warga juga roboh. Tidak hanya rebah, areal persawahan pun dipenuhi sampah yang terbawa arus banjir.
“Banjir kali ini lebih besar. Air sampai masuk dapur dan rumah,” pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh