Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kesuksesan KDMP Sidomulyo Susah Ditiru, 112 Koperasi Merah Putih di Jember masih Berjuang untuk Berdiri

Maulana RJ • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:27 WIB

Photo
Photo

SUMBERSARI, Radar Jember - Progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digadang-gadang bakal menjadi mercusuar baru bagi ekonomi kerakyatan, sejauh ini terus berproses.

Di Jember, salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto ini gaungnya sempat terdengar nyaring setelah kesuksesan KDMP Sidomulyo Silo, yang mampu melakukan direct export komoditas unggulan seperti kopi ke pasar internasional. 

Meski menjadi pilot project nasional sekaligus percontohan, keberhasilan KDMP Sidomulyo ini sepertinya susah ditiru oleh KDMP lain, utamanya di 248 desa/kelurahan di Jember. 

Baca Juga: Di Balik Usaha KDMP Sidomulyo Jember yang Sukses Tembus Pasar Global, Banyak Jalan Pecahkan Permodalan

Mayoritas desa yang lain masih terseok-seok merampungkan pembangunan ataupun pengurusan administrasinya.

"KDMP sekarang yang sudah dibangun 112. Berarti yang kurang dari 248 dikurangi 112 ya, ada kurang lebih 136. Prosesnya sedang berjalan," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag), Sartini, saat ditemui belum lama ini (12/2). 

Sartini menyebut, Pemkab Jember terus berupaya mengawal perluasan ekosistem ini, salah satunya melalui pembangunan kios milik pesantren yang akan terintegrasi dengan jaringan KDMP. 

Baca Juga: Dampak Perang Iran Vs Israel-AS Picu Gejolak Pasar Global, Gus Fawait: MBG dan KMP Bisa Jadi Proteksi

Sartini mengakui, meski progres fisik di lapangan terus menunjukkan pergerakan, tantangan besar membentang karena mayoritas calon KDMP lainnya masih dalam tahap rintisan dan belum sekuat prototipe di Silo. 

Bahkan setelah bangunan berdiri, tantangan berikutnya adalah pengisian sarana prasarana serta ketersediaan stok barang yang akan dipasarkan. 

Selain itu, bangunan yang sudah berdiri tidak boleh dibiarkan mangkrak, dan harus segera diisi dengan kegiatan yang mendorong pergerakan ekonomi, seperti halnya yang sudah berjalan di KDMP Sidomulyo.

"Kalau setelah dibangun nanti dari PT Agrinas Pangan Nusantara akan dilengkapi dengan sarana prasarana dan juga barang-barang yang akan dijual," beber dia.

Baca Juga: ICW Temukan Kejanggalan Pengadaan Mobil Pikap Operasional Koperasi Merah Putih senilai Total Rp24,6 Triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara

Sartini memprediksi, target pengoperasian serentak dibidik sebelum memasuki pertengahan tahun 2026 atau pasca-Lebaran Idul Fitri 2026.

"Paling lambat Maret. Jadi Maret (2026) itu semua yang sudah dibangun harus sudah mulai dan operasional," tambah Sartini. 

Dalam kesempatan lain, Bupati Jember Muhammad Fawait menaruh ekspektasi besar terhadap program presiden ini dapat menjadi motor penggerak utama perekonomian di level desa.

Baca Juga: Bedah Rapor Satu Tahun Bupati Gus Fawait, Pengamat Soroti Gaya Kepemimpinan hingga Program Kerakyatan - Radar Jember

Ia juga memastikan pemerintah daerah terus mendorong semua desa bisa merampungkan pembangunannya.

"Pembentukan koperasi merah putih masih on the track hari ini. Diharapkan koperasi ini bisa menjadi pengungkit ekonomi khususnya di pedesaan, dan terus kita dorong untuk dipercepat lagi," tambah mantan legislator DRPD Jatim itu. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #prabowo #kmp #PT Agrinas Pangan Nusantara #Direct Export #KDMP #Koperasi #Koperasi Desa #Koperasi Merah Putih #ekonomi desa #Sidomulyo #Gus Fawait