Radar Jember - Menjelang masa mudik Lebaran Idul Fitri tahun 2026, antusiasme masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara diprediksi terus menunjukkan tren positif.
Pemkab Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mempersiapkan berbagai skema untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Termasuk berkoordinasi dengan maskapai terkait kebijakan harga tiket yang lebih terjangkau bagi para pemudik.
Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, mengatakan bahwa tahun ini terdapat program khusus dari Pemerintah Pusat untuk menurunkan beban biaya perjalanan udara.
Menurut dia, penurunan ini mencakup pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta diskon pada pajak bandara yang diharapkan dapat menstimulus masyarakat untuk beralih menggunakan pesawat terbang.
"Ada program dari Pemerintah Pusat, yakni penurunan harga tiket berkisar 17 - 18 persen untuk kelas ekonomi. Ini terdiri dari pengurangan PPN dan diskon airport tax bandara sebesar 50 persen," kata Gatot, Jum'at (27/02).
Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa periode promosi ini memiliki rentang waktu yang cukup panjang agar masyarakat dapat merencanakan perjalanannya jauh-jauh hari.
Masa pembelian tiket sudah dibuka sejak awal Februari, sedangkan keberangkatan dengan harga diskon tersebut dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan hingga akhir bulan Maret 2026 mendatang.
Efek dari kebijakan ini sudah mulai terlihat pada rute-rute populer seperti Jakarta-Jember dan Bali-Jember.
Berdasarkan data pantauan Dishub, harga tiket yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,4 juta kini telah terkoreksi menjadi sekitar Rp1,2 juta, yang memicu lonjakan pemesanan hingga okupansi di tanggal-tanggal tertentu hampir mencapai angka seratus persen.
"Potongan ini berlaku untuk penerbangan tanggal 14 sampai 29 Maret. Masa pembeliannya sudah bisa dilakukan sejak 10 Februari kemarin. Kami melihat okupansi dari Jakarta untuk tanggal 17 Maret bahkan sudah hampir 100 persen," katanya.
Meski awal Ramadan ini aktivitas di bandara masih cenderung landai karena memasuki fase low season, Dishub Jember memprediksi lonjakan penumpang akan mulai terjadi secara signifikan pada minggu kedua Maret.
Ia meyakinkan, persiapan teknis di Bandara Notohadinegoro pun terus dimatangkan.
"Kami sudah siap semuanya, baik di bandara maupun maskapai. Harapannya dengan harga yang lebih bagus ini, minat masyarakat menggunakan angkutan udara semakin meningkat sehingga mobilitas mudik tahun ini berjalan lancar," tutup Gatot. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh