Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait, memberikan atensi serius terhadap eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menyusul kabar serangan terhadap wilayah Iran.
Ia menegaskan fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia (WNI), khususnya yang berasal dari Kabupaten Jember.
Sebab, ada kemungkinan warga Jember sedang berada di kawasan terdampak konflik.
Menurutnya, pemantauan intensif terhadap dinamika politik internasional yang melibatkan kekuatan militer besar di kawasan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif pemerintah kabupaten terhadap keselamatan warganya di luar negeri.
“Tentu kami tadi setelah mendapatkan laporan, kami segera berkoordinasi dengan KBRI bahwa kami ingin mengecek apakah ada Warga Negara Republik Indonesia yang dari Jember," kata Gus Fawait, sapaan dia, saat melaporkan kondisi terkini dari Tanah Suci, di sela-sela menjalani umrah, (26/01).
Ia juga menegaskan sejauh ini pemerintah terus menjalin komunikasi dua arah dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran sebagai kepanjangan tangan negara.
Koordinasi ini dianggap vital untuk mendapatkan data akurat mengenai keberadaan dan kondisi terkini warga Indonesia, termasuk warga Jember, secara real-time.
Selain pemantauan data, Gus Fawait juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami akan terus pantau, kalaupun ada kami akan terus berkoordinasi erat dengan KBRI sebagai kepanjangan tangan negara di Iran. Dan tentu kami berharap tidak terjadi apa-apa terhadap WNI kalau seandainya ada yang dari Kabupaten Jember," tegas Fawait.
Harapan besar disematkan agar situasi segera mereda sehingga kekhawatiran keluarga jemaah atau pekerja migran asal Jember di wilayah tersebut dapat terangkat.
Ia memastikan pemerintah memberikan pendampingan maksimal jika ditemukan warga yang membutuhkan bantuan evakuasi atau perlindungan hukum.
"Kami mohon doa, mudah-mudahan bisa segera kembali pulih dan keluarga jemaah-jemaah umroh yang di Jember tetap tenang karena di sini masih tetap sangat kondusif. Kalau ada hal-hal yang tidak kondusif, pasti pemerintah akan mengambil kebijakan-kebijakan yang taktis untuk mengamankan Warga Negara Republik Indonesia," tutup Gus Fawait. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh