AJUNG, Radar Jember - Semangat menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1447 H kian terasa hangat di tengah masyarakat. Antusiasme untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta di kampung halaman kini semakin dimudahkan dengan berbagai kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi.
Moda transportasi udara menjadi salah satu pilihan favorit bagi para pemudik yang mendambakan perjalanan yang cepat, nyaman, dan aman demi momen silaturahmi yang tak terlupakan.
Menyambut hal itu, Pemkab Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan bahwa koordinasi dengan maskapai dan pihak bandara telah berjalan maksimal untuk melayani lonjakan penumpang.
Suasana ceria menyambut lebaran kali ini pun semakin lengkap dengan adanya kebijakan yang meringankan kantong para pemudik yang ingin segera mencium tangan orang tua di rumah.
"Ada program dari Pemerintah Pusat untuk penurunan harga tiket berkisar 17 persen sampai 18 persen untuk kelas ekonomi. Potongan ini terdiri dari pengurangan PPN sebesar 11 persen dan diskon airport tax bandara sebesar 50 persen," kata Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, saat dikonfirmasi belum lama ini, Jumat (27/02/2026).
Kebijakan diskon tiket ini berlaku untuk keberangkatan pada periode emas mudik, yakni mulai tanggal 14 hingga 29 Maret 2026.
Baca Juga: Komisi II DPR RI Dorong Bandara Notohadinegoro Jember Jadi Gerbang Wisata Nasional
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan harga spesial tersebut, pemesanan tiket sudah bisa dilakukan sejak tanggal 10 Februari lalu.
Hal ini diharapkan mampu memecah kepadatan arus mudik sehingga perjalanan menuju hari raya terasa lebih santai dan menyenangkan.
Pantauan di lapangan menunjukkan rute-rute populer seperti Jember-Jakarta (Halim Perdanakusuma) dan Jember-Bali telah mengalami penurunan harga yang signifikan.
Sebagai contoh, tiket rute Jakarta yang biasanya berada di kisaran Rp1,4 juta, kini dapat dinikmati dengan harga Rp1,2 juta saja. Penurunan harga ini tentu menjadi angin segar bagi para perantau yang ingin merayakan Idul Fitri dengan lebih hemat namun tetap berkualitas.
"Okupansi untuk tanggal-tanggal favorit seperti 17 Maret dari Jakarta sudah hampir 100 persen. Data seminggu yang lalu saja sudah lebih dari 60 persen kursi yang terisi untuk masa angkutan lebaran," tambah Gatot.
Meskipun saat ini sedang memasuki fase awal Ramadan yang cenderung tenang atau low season, Dishub Jember memprediksi lonjakan besar akan mulai terjadi pada minggu kedua Maret.
Gatot menjelaskan bahwa kesiapan armada seperti Fly Jember dan maskapai lainnya terus dipantau agar tetap prima saat melayani arus mudik maupun arus balik nanti.
Hal ini dilakukan agar setiap warga Jember yang pulang ke kampung halaman mendapatkan kesan perjalanan yang ceria dan penuh kebahagiaan sebelum merayakan hari kemenangan bersama kerabat dekat.
"Kami sudah siap menyambut masyarakat, koordinasi dengan maskapai dan bandara sudah mantap untuk memastikan perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar dan penuh kegembiraan," pungkas dia. (mau)
Editor : M. Ainul Budi