Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Satlantas Polres Jember Beri Sosialisasi di Kecamatan Silo, Tapi Silo Ranking Kedua Angka Kecelakaan Paling Banyak di Jember

Jumai RJ • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:37 WIB

PEMAPARAN: Anggota Satlantas Polres Jember memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada perangkat desa, mahasiswa, dan warga di Pendopo Kecamatan Silo, kemarin (25/2).
PEMAPARAN: Anggota Satlantas Polres Jember memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada perangkat desa, mahasiswa, dan warga di Pendopo Kecamatan Silo, kemarin (25/2).
 

SILO, Radar Jember – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kecamatan Silo tercatat cukup tinggi.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev) lakalantas Januari 2026, Silo menempati peringkat kedua jumlah kecelakaan tertinggi di Kabupaten Jember.

Fakta tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang digelar Unit Kamsel Satlantas Polres Jember di Pendopo Kantor Kecamatan Silo, Rabu (25/2). Kegiatan dihadiri perangkat desa, mahasiswa, warga, serta pelajar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember Ipda Oeny Angga Mahendra, Kanit Lantas Polsek Silo Ipda Iqbal, Sekretaris Camat Silo, serta perwakilan Jasa Raharja Jember.

Ipda Oeny Angga Mahendra mengatakan, mayoritas korban kecelakaan hingga meninggal dunia didominasi pengendara sepeda motor.

Banyak di antaranya tidak menggunakan helm, melanggar aturan lalu lintas, serta ceroboh saat mendahului kendaraan di depannya.

“Korban terbanyak berada di usia produktif, mulai dari pelajar SMP hingga SMA. Banyak yang tidak memakai helm dengan alasan jarak dekat,” ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi kecelakaan paling banyak terjadi di jalan nasional penghubung Jember–Banyuwangi.

Oleh karena itu, pihaknya menggencarkan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas.

Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas harus menjadi kebutuhan dan kewajiban bersama, bukan sekadar imbauan.

Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menjadi korban kecelakaan berikutnya.

Ke depan, sosialisasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga pelajar tingkat SMP dan SMA. Saat ini banyak pelajar yang sudah mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah tanpa pengawasan orang tua.

“Kami juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor sendiri tanpa pengawasan. Pastikan selalu memakai helm dan mematuhi aturan,” tegasnya.

Perwakilan Jasa Raharja Jember, Sayer, menambahkan bahwa korban kecelakaan paling banyak berasal dari kalangan usia produktif dan pengendara sepeda motor. Rendahnya kesadaran penggunaan helm masih menjadi persoalan utama.

“Jangan jadikan alasan jarak dekat untuk tidak memakai helm. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.

Sementara itu, Sekcam Silo, Purnomo, mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, upaya menyadarkan masyarakat agar tertib berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga perangkat desa dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berterima kasih atas kepedulian Satlantas Polres Jember terhadap keselamatan warga Silo. Mari bersama-sama membudayakan tertib berlalu lintas dan selalu menggunakan helm saat berkendara,” pungkasnya. (jum/dwi)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #SILO #Kecelakaan #Satlantas