PAKIS, Radar Jember – Senyum para petani di Dusun Sumbersari, Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, belum lama ini sempat merekah.
Setelah sekian waktu menunggu, aliran air dari Sungai Petung akhirnya kembali naik ke saluran irigasi berkat pemasangan bronjong di Dam Gluduk III.
Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sepekan. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Petung di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Minggu (22/2) membuat sungai itu kembali banjir..
Material pasir yang terbawa arus menutup pasangan bronjong yang baru selesai dikerjakan Sabtu (14/2) lalu.
Akibatnya, aliran air menuju lahan pertanian kembali terhenti. Sebanyak 98 hektar sawah yang ditanami padi, sebagian lagi siap tanam, kini terancam tidak mendapatkan air.
Pasangan bronjong sepanjang 25 meter yang di bagian atasnya dilapisi terpal tertimbun pasir cukup tebal, membuat air tak lagi bisa mengalir ke saluran irigasi.
“Baru seminggu selesai dikerjakan, sekarang tertutup pasir lagi akibat banjir Sungai Petung,” ujar Sariyanto, Ketua Gabungan HIPPA Klatakan Jaya, Kecamatan Panti.
Menurutnya, tanpa aliran air, petani kembali dihantui ancaman gagal tanam bahkan gagal panen. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak menghadapi kondisi tersebut.
“Kalau hanya mengandalkan tenaga petani atau anggota HIPPA, tidak mungkin mampu membersihkan tumpukan pasir itu. Harus pakai alat berat,” katanya.
Sebelumnya, perbaikan bronjong dilakukan dengan bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPU BMSDA) Jember. Kini, para petani berharap ada penanganan cepat kembali agar aliran irigasi bisa normal dan lahan pertanian terselamatkan. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi