Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak Banjir Panti Jember: Alur Sungai Berubah, Fondasi Jalan Terkikis hingga Terancam Putus Total!

Jumai RJ • Senin, 23 Februari 2026 | 18:00 WIB

DAMPAK BANJIR: Luapan Sungai Pakis di Dusun Cempaka, Desa Pakis, Kecamatan Panti menggerus badan jalan hingga separuh ambrol. Akses penghubung antar dusun kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
DAMPAK BANJIR: Luapan Sungai Pakis di Dusun Cempaka, Desa Pakis, Kecamatan Panti menggerus badan jalan hingga separuh ambrol. Akses penghubung antar dusun kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Radar Jember – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Panti akhir pekan kemarin membawa dampak serius.

Sungai Pakis yang melintas di Dusun Cempaka, Desa Pakis, meluap dan menggerus badan jalan aspal hingga nyaris putus.

Air sungai yang membesar tak tertampung oleh dua lubang jembatan di lokasi tersebut.

Salah satu lubang di sisi utara bahkan tertutup barongan bambu dan kayu yang terbawa arus.

Akibatnya, air meluber ke badan jalan dan mengikis aspal sedikit demi sedikit.

Kini, separuh badan jalan ambrol. Sementara, kendaraan roda dua masih bisa melintas dengan ekstra hati-hati.

Namun, untuk roda empat dan truk terpaksa memutar melalui jalur lain yang lebih jauh.

“Mobil dan truk sudah tidak bisa lewat. Jalannya tinggal separuh,” ujar Hasan, 45, warga Dusun Cempaka.

Menurut Hasan, luapan terjadi karena sungai mengalami pendangkalan.

Bahkan, alur sungai disebut telah berubah sejak banjir bandang pada awal Februari lalu.

“Awalnya sungai di sisi utara. Setelah banjir besar, malah membentuk alur baru,” katanya.

Ia khawatir, jika tidak segera dilakukan normalisasi menggunakan alat berat, maka banjir serupa akan kembali terjadi dan memutus total akses jalan.

“Kalau hujan deras lagi, bisa benar-benar putus,” tambahnya.

Jalan tersebut merupakan akses utama warga antar dusun.

Setiap pagi, banyak orang tua melintasinya untuk mengantar anak ke sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah setempat.

Jika sampai terputus, maka warga harus memutar cukup jauh.

Warga berharap ada penanganan cepat dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Jember untuk melakukan pengerukan dan normalisasi sungai di sekitar jembatan.

Kerja bakti manual dinilai tidak cukup efektif menghadapi debit air yang besar, apalagi musim hujan masih berlangsung.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (23/2) selain badan jalan yang nyaris putus, sejumlah titik lain juga mulai terkikis hingga batu pondasi terlihat.

Warga yang melintas tampak ekstra waspada, terutama ibu-ibu yang setiap pagi dan siang hari mengantar serta menjemput anak sekolah. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #jalan rusak #luapan sungai #hujan deras #Jalan Ambrol