Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Polisi Saja Tidak Cukup! Dewan Ajak Warga Desa Jember Aktifkan Lagi Siskamling demi Keamanan Selama Ramadan!

Sidkin • Senin, 23 Februari 2026 | 04:00 WIB

 “Anggaran Bagian Hukum keseluruhan hanya Rp 900 juta. Mungkin bisa dengan menggeser anggaran, nanti.” BUDI WICAKSONO, Ketua Komisi A DPRD Jember.
 “Anggaran Bagian Hukum keseluruhan hanya Rp 900 juta. Mungkin bisa dengan menggeser anggaran, nanti.” BUDI WICAKSONO, Ketua Komisi A DPRD Jember.

Radar Jember - DPRD Jember mengingatkan potensi peningkatan kriminalitas yang kerap berulang setiap tahun selama Ramadan hingga Lebaran.

Dewan menilai aparat keamanan perlu bergerak lebih sigap agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang. Selain patroli, keterlibatan warga juga menjadi kunci pencegahan kriminalitas.

Ketua Komisi A DPRD Jember, Budi Wicaksono, menyebut, tren peningkatan tindak kriminal biasanya muncul pada pertengahan hingga akhir Ramadan.

Tekanan kebutuhan ekonomi menjelang Lebaran kerap menjadi pemicu utama. Karena itu, pengamanan tidak cukup hanya mengandalkan aparat.

“Biasanya tanggal 15 hingga 28 Ramadan itu kriminal meningkat, masyarakat harus ikut menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, Red),” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus pencurian sepeda motor di Desa Suci, Kecamatan Panti, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, patroli memang sudah dilakukan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Polsek setempat. Namun durasi patroli yang terbatas membuat efek pencegahan belum maksimal.

Budi menilai pola patroli keliling selama 10 hingga 15 menit di satu lokasi belum mampu memberi rasa aman menyeluruh.

Setelah petugas bergeser ke lokasi atau desa lain, wilayah yang ditinggalkan kembali rawan. Karena itu, ia mendorong sistem keamanan lingkungan (Siskamling) aktif kembali.

“Kalau hanya kepolisian saja tidak cukup, masyarakat juga perlu menjaga lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, pergeseran kriminalitas kini tidak lagi dominan di perkotaan, tetapi merambah desa-desa.

Salah satu penyebabnya adalah lemahnya jadwal ronda malam di perkampungan. Warga disebut mulai lengah karena merasa situasi aman.

“Memang di kota itu, siskamling dan pos rondanya jalan terus karena sudah terjadwal. Namun, di banyak desa, itu tidak terjadwal, masyarakat jadi terlena dan membiarkannya,” jelas Politisi NasDem tersebut.

Selain kepolisian dan TNI, dewan juga menyarankan Satpol PP ikut dilibatkan dalam pengamanan Ramadan.

Fungsi penegakan perda dinilai bisa diperluas sebagai bantuan pengamanan preventif. Menurutnya, kehadiran lebih banyak petugas di lapangan diharapkan menekan peluang pelaku beraksi.

“Satpol PP juga digerakkan untuk membantu kepolisian selama Ramadan. Sehingga kriminalitas ini bisa ditekan,” pungkasnya. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Idul Fitri #Ramadan #bhabinkamtibmas #DPRD jember #Kriminalitas #Siskamling