Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Usai Disowani Bupati Selepas Tarawih, Menteri PU Dody Hanggodo Kaget Jember Berstatus Tanggap Darurat

Maulana RJ • Minggu, 22 Februari 2026 | 20:48 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo dan Bupati Fawait, saat meninjau infrastruktur jalan, jembatan, bendungan, jalan, dan pasar, yang akan digeber pengerjaannya tahun 2026 ini. (Dok. Gus Fawait)
Menteri PU Dody Hanggodo dan Bupati Fawait, saat meninjau infrastruktur jalan, jembatan, bendungan, jalan, dan pasar, yang akan digeber pengerjaannya tahun 2026 ini. (Dok. Gus Fawait)

PAKUSARI, Radar Jember - Status tanggap darurat kebencanaan yang masih berlaku di Kabupaten Jember setelah dihantam banjir besar pekan lalu rupanya memantik perhatian dari pemerintah pusat. 

Salah satunya Kementerian PU, yang langsung turun ke Jember, untuk meninjau sejumlah infrastruktur di Jember, Minggu (22/2/2026).

Kunjungan Menteri PU Dody Hanggodo ke Jember kali ini dipicu oleh laporan mendesak mengenai status tanggap darurat infrastruktur di wilayah tersebut.

Baca Juga: Gus Fawait Ungkap Rahasia Jember Dapat Jatah Revitalisasi Sekolah Terbesar se Indonesia

Menteri mengaku terkejut saat menerima informasi langsung dari Bupati Muhammad Fawait mengenai kondisi beberapa titik vital yang memerlukan penanganan segera. 

"Beberapa hari lalu Pak Bupati kan ke kantor saya malam-malam, setelah tarawih. Beliau mengunjungi saya, menyampaikan proposal, plus memberi info yang mengejutkan saya, kalau Jember ternyata sedang tanggap darurat. Saya sangat kaget, enggak pernah mengira Jember tanggap darurat. ​Makanya hari ini saya ke sini," aku Dody, di sela-sela meninjau salah satu jembatan rusak di Jember, Minggu (22/2/2026).

Hal itu diakuinya membuat kementerian langsung menerjunkan tim untuk melakukan peninjauan fisik di lapangan.

Baca Juga: Daftar Megaproyek Strategis Menteri PU di Jember: Flyover, Pasar, Hingga 50 Bendung Prioritas

Dari peninjauan di lapangan, beberapa infrastruktur jembatan dan jalan dilaporkan dalam kondisi yang memerlukan intervensi pusat agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. 

Penanganan darurat ini mencakup perbaikan dan renovasi jembatan serta jalan nasional yang menjadi urat nadi distribusi logistik di Jawa Timur bagian timur. 

Menteri Dody ingin melihat sejauh mana tingkat kerusakan dan urgensi penanganannya.

Baca Juga: Digelontor sekitar Rp800 Miliar, Ini Bocoran Rencana Pembangunan Flyover Mangli Jember dari Menteri PU

Ia menekankan bahwa keselamatan publik tidak bisa menunggu birokrasi yang panjang dalam kondisi darurat. Respon cepat ini disebutnya sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengantisipasi potensi bencana infrastruktur.

Lebih jauh, Dody menguraikan bahwa selain rencana jangka panjang seperti flyover, penanganan jangka pendek pada jalan-jalan nasional juga menjadi fokus.

Salah satunya adalah pelebaran dan perbaikan jalan nasional dari arah Tanggul menuju Kota Jember. 

Baca Juga: Update Dampak Banjir Jember 2026: 7.445 KK Terdampak, Ratusan Mengungsi, 1 Meninggal Dunia

Jalur ini dinilai sangat krusial bagi mobilitas warga namun kondisinya saat ini perlu ditingkatkan kapasitasnya.

Kementerian PU berkomitmen untuk mencari solusi tercepat guna menanggulangi masalah tersebut.

Dody juga meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk segera melakukan tindakan nyata di lapangan. 

Baca Juga: Resmi! Status Tanggap Darurat Bencana Jember Berlaku hingga 26 Februari, Ini Fokus Pemerintah

"Kita lihat kira-kira apa yang bisa saya kerjakan dengan cepat di Jember untuk menanggulangi ketanggapdaruratannya," pungkas Menteri PU Dody Hanggodo. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#banjir Jember #Dody Hanggodo #kementerian pu #Jember #Bencana Jember #kedaruratan #jawa timur #bbpjn #Infrastruktur #Menteri PU #tanggap darurat #flyover #Gus Fawait