BALUNG, Radar Jember - Kabupaten Jember mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan di awal tahun 2026.
Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, daerah ini berhasil mendapatkan alokasi program revitalisasi sekolah terbesar di Indonesia.
Hal ini terungkap saat kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu'ti, ke SMPN 1 Balung, Jember, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Mendikdasmen Klaim Program Revitalisasi Sekolah Paksa Uang Negara Berputar di Toko Bangunan Desa
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian luar biasa dari pemerintah pusat.
Sebanyak 124 sekolah di Jember dipastikan masuk dalam gelombang pertama perbaikan besar-besaran.
Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan visi Presiden Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah, di era Presiden Prabowo, Jember tahun 2025-2026 mendapatkan revitalisasi terbesar sejarah di Indonesia. Jadi kalau nanya perbaikan sekolah terbesar yang diberikan kementerian, itu ada di Kabupaten Jember," katanya dengan nada bangga di hadapan ratusan hadirin.
Baca Juga: Ketuk Pintu Kemenkeu, Mendikdasmen Minta Jatah 60 Ribu Sekolah Tambahan untuk Direvitalisasi
Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah, tetapi melalui proses validasi data yang ketat.
Gus Fawait sebelumnya mengaku bolak-balik melakukan jemput bola ke Jakarta untuk memaparkan kondisi riil infrastruktur pendidikan di Jember yang selama ini tidak sepenuhnya tergambar dalam sistem Dapodik.
Gus Fawait menegaskan bahwa momentum ini adalah awal dari kebangkitan fasilitas pendidikan di kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini.
Komitmen pusat untuk memperbaiki 124 sekolah ini diharapkan menjadi percontohan nasional dalam hal percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan dasar.
Setelah 124 sekolah direvitalisasi, ia menargetkan 1.532 gedung sekolah lainnya dapat perhatian serupa dengan kembali mengajukan 300 titik perbaikan di tahun 2026 ini.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Presiden. Kami yakin jika bantuan ini dikelola dengan amanah, kualitas pendidikan kita akan melompat jauh ke depan," tutup dia. (mau)
Editor : M. Ainul Budi