JEMBER LOR, Radar Jember - Menjelang sore, Dira Cafe PB Sudirman terasa lebih hangat selama Ramadan. Sejak pukul 15.00 WIB, kafe yang menjadi salah satu jujukan kuliner warga Jember itu sudah membuka pintu.
Meja-meja mulai terisi, keluarga dan anak muda datang lebih awal untuk mengamankan tempat berbuka, menikmati suasana yang akrab sambil menanti azan magrib.
Manager Dira Cafe PB Sudirman, Tommy Nurdansyah, mengungkapkan, persiapan Ramadan sudah dilakukan sejak jauh hari.
Menu-menu disiapkan dengan konsep sederhana: kenyang, enak, dan terjangkau. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah prasmanan Rp 12 ribu yang memungkinkan pengunjung makan sepuasnya.
“Mulai jam tiga sore sampai jam sepuluh malam kami buka. Untuk prasmanan Rp 12 ribu, bisa ambil nasi sepuasnya, sayur sepuasnya, gorengan dapat dua, sama lauk ikan asin sepuasnya. Tapi ini khusus dine in,” ujarnya.
Pilihan sayurnya pun tak main-main. Ada sayur pakis, pare, nangka muda, rebung, oseng tempe, terong, jamur, sop, sayur bening, hingga sayur asem.
Gorengannya tersedia tempe, tahu, dadar jagung, sampai mendol. Konsep ini memberi kebebasan bagi pengunjung untuk memilih sesuai selera.
“Kami coba sesuatu yang baru. Jadi orang-orang bisa ambil sendiri nasi, sayur, dan lauk sesuai selera mereka,” kata Tommy.
Selain prasmanan hemat, Dira juga menyiapkan paket Ramadan untuk minimal tiga orang.
Dalam satu paket sudah termasuk menu makan berat dan buah sebagai pelengkap berbuka.
Konsep ini dirancang untuk memudahkan keluarga atau rombongan teman yang ingin buka bersama tanpa repot memilih satu per satu menu.
“Nanti ada menu paket Ramadan, minimal tiga orang, sudah include dengan buah juga,” jelasnya.
Suasana kafe mengusung konsep family cafe yang terbuka untuk semua kalangan. Ruangannya luas dan estetik, cocok untuk keluarga, komunitas, hingga anak-anak muda. Sentuhan desain yang terus diperbarui menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, bagi Dira, kekuatan utamanya tetap pada rasa yang konsisten di semua cabang. “Kami selalu jaga layanan dan kualitas rasa. Ada satu chef yang menjaga SOP, jadi di mana pun cabangnya rasanya tetap sama,” ungkapnya. (kin/dwi)
Editor : M. Ainul Budi