Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Refleksi Satu Tahun Memimpin Jember, Bupati Gus Fawait: Tahun 2026 Bukan Lagi Pemanasan, Tapi Pembuktian

Maulana RJ • Minggu, 22 Februari 2026 | 09:13 WIB

Bupati Fawait merayakan satu tahun masa kepemimpinannya, bersama lintas kalangan pejabat, tokoh masyarakat, pimpinan parpol, hingga Srikandi LSN, di pendapa Wahyawibawagraha (20/2/2026). (Yulio/JPRJ)
Bupati Fawait merayakan satu tahun masa kepemimpinannya, bersama lintas kalangan pejabat, tokoh masyarakat, pimpinan parpol, hingga Srikandi LSN, di pendapa Wahyawibawagraha (20/2/2026). (Yulio/JPRJ)

PATRANG, Radar Jember - Menjadi orang nomor satu di Kabupaten Jember nyatanya bukan perkara mudah bagi Muhammad Fawait. 

Satu tahun menjabat, ia mengakui bahwa dinamika roda pemerintahan jauh lebih menguras emosi dan tenaga dibandingkan saat dirinya duduk di kursi legislatif. 

Di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (20/2) malam, Gus Fawait mencurahkan isi hatinya tentang bagaimana rasanya menjadi sasaran kritik setiap hari.

Baca Juga: Kado Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Gus Fawait Hadiahkan Jember Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman RI

Ia berkisah tentang kontrasnya kehidupan politik yang ia jalani. 

Jika dulu sebagai anggota DPRD Jatim ia jarang menerima serangan personal, kini sebagai eksekutif, nyaris tak ada hari tanpa olok-olok atau caci maki di media sosial maupun aksi lapangan. 

"Saya manusia biasa, saat menjadi anggota DPRD Jatim dulu, tidak ada yang berani mengolok-olok saya. Pas jadi Bupati, tiap hari saya diolok-olok. Tapi ya sudah," katanya.

Baca Juga: Gus Fawait Puji Rekor Unbeaten Persid Jember: Tak Terkalahkan dalam 1.260 Menit

Baginya, setiap kritik dan caci maki adalah bumbu dalam perjalanan membangun Jember. 

Dengan santai, ia menyebut para pengkritik garis kerasnya sebagai orang yang sebenarnya mencintainya, namun memiliki cara yang unik dalam mengekspresikannya.

"Soal ada terus mencaci maki, itu bentuk cinta dalam bentuk yang berbeda. Sebenarnya cinta, cuman malu untuk bilang 'I Love You'. Maka kita senyumin saja, walaupun kadang-kadang hati panas juga," katanya, disusul tawa.

Baca Juga: Bertengger di Posisi Tiga Jatim, Persid Jember Tebar Ancaman Jelang Kick-off Liga 4 Nasional

Keteguhan hati Gus Fawait juga diperkuat dengan dukungan spiritual dari para kiai dan ulama. 

Baginya, doa adalah senjata utama, terutama dalam menghadapi tantangan birokrasi yang kompleks.

Ia menyadari bahwa sebagai manusia biasa, ia tetap membutuhkan nasihat dan tausiyah dari para habaib agar tetap on the track dalam menjalankan amanah.

Kini, memasuki tahun kedua di 2026, Gus Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhenti saling menyalahkan. 

Baca Juga: Bursa Transfer Persid Bergulir: 10 Pemain Trial Masuk Radar Jelang Putaran Nasional

Ia memastikan perbaikan infrastruktur -baik jalan nasional dan provinsi- di wilayah Jember segera dieksekusi.

"Tenang saja, ini baru satu tahun. Satu tahun ini menjadi dasar untuk pembuktian di empat tahun berikutnya. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini bukan lagi tahun pemanasan, tapi menjadi tahun pembuktian untuk lebih baik lagi," imbuh Politikus Partai Gerindra itu, penuh optimis. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #provinsi #Satu Tahun Kepemimpinan Bupati #dprd jatim #nasional #Gus Fawait