PATRANG, Radar Jember - Tepat satu tahun sudah Bupati Muhammad Fawait, menakhodai Kabupaten Jember sejak ia dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.
Di bawah pendar lampu Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (20/2) petang, momen refleksi satu tahun kepemimpinan itu berlangsung khidmat, bersama tokoh agama, Forkopimda, hingga emak-emak Srikandi Laskar Sholawat Nusantara (LSN).
Dalam kurun waktu setahun, bupati jebolan santri itu tercatat telah mengubah wajah pelayanan publik di Jember.
Salah satu lompatan besar itu yakni Universal Health Coverage (UHC) yang memastikan warga Jember berobat gratis hanya dengan KTP di rumah sakit mana pun di Indonesia.
Tak hanya itu, birokrasi yang dulu dianggap kaku kini mencair lewat desentralisasi cetak KTP yang cukup tuntas di kantor kecamatan.
Sektor pendidikan dan kesejahteraan guru ngaji juga menjadi pilar utama.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya ke Gus Fawait: Memimpin Lebih Sulit daripada saat Kampanye
Ribuan beasiswa kuliah telah digelontorkan untuk memutus rantai kemiskinan, dibarengi dengan kepastian insentif bagi para guru ngaji yang menjadi penjaga moral bangsa di pelosok desa.
Di bidang transportasi, reaktivasi Bandara Notohadinegoro perlahan menunjukkan titik terang dengan dibukanya dua rute flight ke bandara tersibuk di Indonesia: Halim Jakarta, dan I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Meski demikian, persoalan infrastruktur jalan tetap menjadi sorotan utama.
Gus Fawait mengakui bahwa perbaikan jalan adalah proses yang berkelanjutan.
Ia menegaskan telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk menangani ruas-ruas jalan yang selama ini dikeluhkan warga, mengingat Jember memiliki irisan jalan kabupaten, provinsi, dan nasional.
"Saya sudah matur ke ibu Gubernur, insya Allah akan diperbaiki 2,5 kilometer dan lainnya akan diperbaiki. Jalan nasional dari Tanggul sampai Jember kota, saya sudah ketemu pak menteri, insya Allah juga akan diperbaiki dan diperlebar," katanya, di hadapan para undangan.
Baca Juga: Update Dampak Banjir Jember 2026: 7.445 KK Terdampak, Ratusan Mengungsi, 1 Meninggal Dunia
Menutup laporannya, ia menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan fase peletakan dasar, sementara tahun 2026 adalah momentum akselerasi.
Ia bertekad menjadikan Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di ujung timur Pulau Jawa dengan memaksimalkan potensi lokal dan investasi.
"Insya Allah, Jember kita pastikan ke depan terus on the track, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di ujung timur pulau Jawa," pungkas Presiden LSN itu. (mau)
Editor : M. Ainul Budi