Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Jember Gus Fawait: MBG Gerakan Ekonomi Lokal Jember

Sidkin • Kamis, 19 Februari 2026 | 21:30 WIB

 

"Kita harus bergerak bersama untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem ini." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember.
"Kita harus bergerak bersama untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem ini." MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember.

PATRANG, Radar Jember – Program nasional Makan Siang Bergizi (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto kini menjadi salah satu fokus pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Jember.

Meskipun sempat diterpa dinamika, termasuk kasus keracunan di Kecamatan Umbulsari yang membuat sejumlah penerima manfaat harus dilarikan ke Puskesmas, Bupati Jember Muhammad Fawait tetap optimistis terhadap manfaat program ini, baik dari sisi gizi maupun ekonomi.

“Semua aktivitas dapur MBG harus memakai produk-produk dari Jember,” tegas Bupati Fawait, menegaskan komitmennya untuk memberdayakan produk lokal. Menurutnya, Program MBG tidak hanya memberikan makan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal.

Bupati Fawait memproyeksikan perputaran uang dari dapur-dapur MBG, atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bisa mencapai Rp 4 triliun per tahun.

Jika digabung dengan APBD Kabupaten Jember yang juga berada di kisaran Rp 4 triliun, total uang yang beredar di wilayah ini berpotensi menembus Rp 8 triliun per tahun.

Secara ekonomi, strategi ini bisa terdapat multiplier effect. Dia menjelaskan, dalam hal ini belanja MBG) akan menimbulkan peningkatan aktivitas ekonomi yang lebih besar.

Dengan menyerap produk pertanian, pangan olahan, dan UMKM lokal. Selain itu, dapur MBG menciptakan efek berganda. Diantaranya, pemasukan langsung bagi produsen lokal, pertumbuhan pendapatan bagi pedagang dan pekerja, hingga peningkatan konsumsi masyarakat lainnya.

“Setiap komoditas yang dibeli untuk MBG akan kembali memutar roda ekonomi di Jember. Sehingga menimbulkan efek berganda yang signifikan,” ucap Fawait.

Dengan mewajibkan seluruh SPPG menggunakan produk lokal, program MBG juga dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan distribusi luar daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Dari perspektif ekonomi ini termasuk strategi pembangunan berbasis lokal (local-based development), yang menekankan pemanfaatan sumber daya daerah untuk meningkatkan pendapatan lokal dan mengurangi kemiskinan.

Menurutnya, UMKM dan petani lokal menjadi pihak yang diuntungkan langsung. Misalnya, bahan pangan seperti beras, sayur, daging, hingga produk olahan kecil dapat dipasok ke dapur MBG, sehingga terbentuk jaringan ekonomi lokal yang berkesinambungan.

Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. (kin/dwi)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Mbg #Prabowo Subianto #Gus Fawait