SUMBEREJO, Radar Jember – Pantai Payangan di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, dipenuhi tumpukan sampah. Sampah yang mayoritas potongan bambu itu dari kiriman pascahujan deras yang menyebabkan sungai meluap dan banjir, pekan kemarin.
Material bambu yang terbawa arus sungai tersebut diduga berasal dari wilayah hulu dan bermuara di sekitar Pantai Payangan.
Akibatnya, kawasan yang biasanya menjadi tempat sandar dan aktivitas nelayan kini terganggu.
Sejumlah jukung nelayan tampak diparkir lebih ke tengah karena sulit dinaikkan ke daratan.
Tumpukan bambu yang memanjang di tepi pantai menghambat aktivitas nelayan, terutama saat hendak menarik perahu usai melaut.
Tak hanya nelayan, warga yang biasa memancing di sekitar pembangunan dermaga baru juga mengeluhkan kondisi tersebut.
Banyaknya sampah bambu membuat area memancing menjadi tidak nyaman.
“Setiap hujan deras sampai sungai banjir, sampahnya biasanya menumpuk di sekitar dermaga baru,” ujar Abudahman, warga Desa Andongsari.
Menurutnya, saat tidak terjadi banjir, kawasan Pantai Payangan relatif bersih dari sampah bambu. Biasanya, tumpukan bambu baru terlihat setelah banjir dan sebagian diambil oleh warga yang mencari kayu bakar.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (18/2), tumpukan sampah bambu terlihat memanjang dari area dermaga baru hingga ke sisi pantai arah Gunung Samboja.
Warga berharap ada penanganan agar sampah kiriman tidak terus menumpuk dan mengganggu aktivitas nelayan maupun pengunjung pantai. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi