GLAGAHWERO, Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di ruas penghubung Desa Glagahwero dan Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Jember diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, perbaikan plengsengan di salah satu titik tikungan belum rampung, sementara bagian aspal yang ambrol kini tertutup rumput tebal.
Kerusakan terjadi setelah tebing penahan jalan tergerus banjir beberapa waktu lalu.
Akibatnya, sebagian badan jalan di area tikungan mengalami ambrol.
Saat ini, di bagian bawah memang telah dipasang puluhan bronjong sebagai penahan, namun bagian atasnya belum dipasang plengsengan permanen.
Di lokasi tersebut, hanya terlihat tumpukan batu yang difungsikan sebagai penanda.
Namun, batu-batu itu kini tertutup rumput sehingga tidak tampak jelas oleh pengendara, terutama dari arah selatan.
“Kalau yang sudah biasa lewat mungkin sudah tahu kondisinya. Tapi bagi yang belum pernah melintas, ini sangat rawan,” ujar Bahariyanto, warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.
Menurutnya, kondisi tersebut berbahaya karena di balik rumput tebal itu terdapat bagian jalan yang sudah ambrol dan berbatasan langsung dengan jurang.
Warga berharap dinas terkait segera memasang rambu atau pengaman tambahan, seperti bambu yang dicat mencolok agar mudah terlihat, terutama saat kendaraan berpapasan di tikungan sempit tersebut.
“Seharusnya dipasang bambu pengaman dulu sebelum ada korban. Jangan sampai menunggu kecelakaan baru ada tindakan,” tegas Bahariyanto.
Hal senada disampaikan Rochim, warga Sumbersari yang rutin melintas di jalur tersebut saat pulang ke rumah orang tuanya di wilayah Widodaren, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari.
Menurutnya, kondisi paling berbahaya terjadi saat kendaraan roda empat berpapasan dari arah berlawanan.
Tanpa penanda yang jelas, pengendara berisiko terlalu mengambil sisi jalan yang ternyata sudah ambrol. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi