Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jember Gelar Karpet Merah Demi Datangkan Investor, Bupati Gus Fawait Janjikan Kemudahan Birokrasi dan Transparansi

Maulana RJ • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:16 WIB

Bupati Fawait saat menerima lawatan dari jajaran Kemenkeu, PT SMI, dan PIP, di Pendopo Wahyawibawagraha, Jum
Bupati Fawait saat menerima lawatan dari jajaran Kemenkeu, PT SMI, dan PIP, di Pendopo Wahyawibawagraha, Jum

PATRANG, Radar Jember - Pemkab Jember di bawah menyiapkan strategi besar untuk mengakselerasi pembangunan daerah.

Tidak ingin hanya terpaku pada skema konvensional APBD dan APBN, Pemkab Jember kini resmi membuka pintu selebar-lebarnya bagi masuknya investasi dan pembiayaan kreatif (creative financing) guna memperkuat ekonomi masyarakat.

Langkah ini ditegaskan saat Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut lawatan dari Kementerian Keuangan, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di Pendopo Wahyawibawagraha, Jum'at (13/2/2026).

Baca Juga: Realisasi Investasi Tembus Rp2,3 Triliun, Jember Diprediksi Jadi Magnet Investor 2026

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Jember siap memberikan "karpet merah" bagi investasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD untuk proaktif menangkap peluang pendanaan pusat yang selama ini belum terjamah secara optimal. 

Strategi utamanya adalah fokus pada kredit produktif yang menghasilkan nilai tambah bagi daerah, seperti pada sektor layanan kesehatan dan pangan.

"Jika kita membangun rumah sakit melalui pinjaman ke PT SMI, kita harus pastikan fasilitas tersebut mampu membiayai operasional dan cicilannya sendiri. Inilah esensi kredit produktif. Kita tidak akan membiayai sesuatu yang tidak memberikan imbal balik ekonomi bagi daerah dan layanan masyarakat," tegas Gus Fawait.

Baca Juga: Bertengger di Posisi Tiga Jatim, Persid Jember Tebar Ancaman Jelang Kick-off Liga 4 Nasional

Selain infrastruktur medis, "karpet merah" investasi ini juga diarahkan pada sektor pangan. 

Dengan adanya potensi program Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pembangunan Gizi (SPPG) di Jember yang bernilai Rp4 triliun per tahun, Pemkab Jember bergerak cepat melakukan transformasi Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) menjadi BUMD Pangan. 

Transformasi ini bertujuan agar perputaran uang raksasa tersebut tidak lari keluar daerah, tetapi dinikmati oleh petani dan peternak lokal.

Baca Juga: Jember Siaga Satu! Status Tanggap Darurat Banjir Diperpanjang Hingga 24 Februari, Gus Fawait: Tetap Waspada!

"BUMD Pangan nantinya akan menyuplai kebutuhan program gizi nasional, seperti telur dari peternak lokal dan hasil tani masyarakat. Kita ingin memastikan sumber pendanaan dari Kemenkeu juga dapat diakses oleh pelaku usaha kecil agar mereka memiliki daya saing yang kuat menghadapi korporasi besar," tambah dia.

Gus Fawait menjanjikan kemudahan birokrasi dan transparansi penuh bagi setiap inovasi pembiayaan yang masuk.

Ia juga memastikan bahwa setiap langkah investasi akan didukung sepenuhnya selama berorientasi pada kemajuan ekonomi yang inklusif.

"Presiden menginginkan lembaga keuangan lebih berpihak pada daerah dan usaha kecil. Jember akan menyambut peluang itu. Sepanjang langkah tersebut produktif dan sesuai aturan, kita akan laksanakan demi kemajuan ekonomi Kabupaten Jember yang lebih inklusif," pungkasnya. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#OPD #Jember #pt smi #Investor #SPPG #Mbg #pip #bumd #investasi #Kemenkeu #Gus Fawait #peluang investasi