Radar Jember - Hujan seketika mereda tatkala rombongan Persid Jember memasuki halaman Kantor Pemkab Jember, Senin malam (16/2) sekira pukul 21.00 WIB.
Seolah memberi ruang bagi perayaan, langit yang sejak sore mengguyur kota akhirnya hanya menyisakan gerimis tipis.
Namun, ketika hujan masih deras sebelumnya, semangat ratusan suporter tak pernah surut. Mereka tetap bertahan, memenuhi sisi jalan mengawal kedatangan tim kebanggaan.
Arak-arakan dimulai dari Lapangan Kecamatan Rambipuji. Sepanjang perjalanan menuju pusat kota, konvoi berjalan perlahan, diiringi suara klakson dan nyanyian yang tak putus-putus.
Dari balik jendela Bus Si Cinta, para pemain melambaikan tangan, membalas sapaan warga yang memenuhi tepi jalan.
Jember malam itu seakan ikut berjalan bersama tim yang baru saja membawa pulang gelar juara tiga Liga 4 Piala Gubernur Jatim.
Flare menyala di tengah rinai. Asap tipis membumbung, bercampur udara malam yang lembap. Kembang api sesekali memecah langit yang masih basah.
Di antara deru mesin motor pengiring, yel-yel kemenangan terus dikumandangkan.
Prestasi ini bukan sesuatu yang datang dengan mudah.
Persiapan tim terbilang singkat. Dalam waktu sekitar satu bulan, skuad Macan Raung sudah harus dibentuk dan dimatangkan.
Namun mereka mampu melangkah jauh, menembus tiga besar, sekaligus memastikan tiket ke Liga 4 Nasional.
Setibanya di depan kantor pemerintahan, Bupati Jember Muhammad Fawait sudah menunggu. Ia menyambut langsung para pemain dan suporter.
Senyum dan jabat tangan bergantian, menjadi simbol bahwa capaian ini adalah milik bersama, bukan hanya tim di lapangan, tetapi juga masyarakat yang memberi dukungan tanpa henti.
Ketua Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju, Ardi Pujo Prabowo, berdiri di tengah kerumunan dengan wajah lega.
Ia menyebut capaian ini lahir dari komunikasi yang terjaga antara yayasan, manajemen, pelatih, dan pemain.
“Alhamdulillah ini semua tak lepas dari komunikasi kami antara yayasan, manajemen, pelatih, pemain. Ini kerja tim,” ujarnya.
Target awal memang juara satu. Namun, dengan waktu persiapan yang hanya sekitar satu bulan, hasil ini dinilainya tetap patut disyukuri.
“Juara tiga ini capaian yang luar biasa dengan persiapan hanya satu bulan,” katanya singkat.
Ia memastikan komposisi pelatih tetap dipertahankan. Dalam waktu dekat, pemain akan diliburkan hingga 23 Februari mendatang sebelum kembali berlatih dan masuk program pemusatan latihan.
“Kami siapkan program untuk menyongsong putaran nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Fawait menyebut keberhasilan ini sebagai kejutan membanggakan setelah penantian panjang masyarakat Jember.
“Ini saja juara ketiga Jawa Timur. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi, naik kasta ke liga lebih tinggi,” katanya.
Menurutnya, prestasi non-akademik seperti ini layak mendapat perhatian serius. Karena itu, Pemkab Jember menyiapkan beasiswa bagi para pemain Persid kelahiran Jember yang ingin atau sedang menempuh pendidikan tinggi.
“Yang mau kuliah akan kami prioritaskan. Mereka bisa kuliah di mana saja, di kampus-kampus di seluruh Indonesia. Itu bentuk apresiasi kami,” tegasnya. (kin)
Editor : Imron Hidayatullahh