Radar Jember – Pohon besar tumbang dan menutup Jalur Gumitir KM 33.00 di Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Selasa (17/2) sekitar pukul 04.00. Peristiwa itu sempat memacetkan arus lalu lintas jalur penghubung Jember–Banyuwangi.
Pohon jenis beringin yang berada di atas tebing Jalur Gumitir tersebut tumbang secara tiba-tiba, meski saat itu tidak terjadi hujan maupun angin kencang. Beruntung, ketika pohon roboh tidak ada kendaraan yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Batang pohon berukuran besar itu melintang tepat di tengah badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah sempat lumpuh total. “Beruntung saat pohon tumbang tidak ada kendaraan yang lewat karena masih pagi,” ujar AKP M. Luthfi, Kapolsek Silo.
Laporan kejadian langsung diterima Polsek Silo. Sehingga, petugas bersama relawan Gumitir segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Dengan menggunakan gergaji mesin, batang pohon berhasil dipotong dan dipindahkan dari badan jalan.
Selama proses evakuasi, arus lalu lintas di jalur nasional Jember–Banyuwangi diberlakukan sistem buka tutup. Antrean kendaraan sempat terjadi dari kedua arah sambil menunggu pembersihan material pohon selesai.
Kapolsek Silo mengimbau para pengguna jalan yang melintas di Jalur Gumitir agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama karena di sepanjang tebing terdapat sejumlah pohon besar yang kondisinya mulai lapuk. “Kami mengimbau pengguna jalan agar lebih waspada. Jika terjadi hujan dan angin kencang, sebaiknya menepi dan menunggu hingga kondisi aman,” tegasnya.
Pihaknya menjelaskan, Gumitir termasuk menjadi jalan yang perlu diwaspadai pengguna jalan. Sebab, jalan penghubung Jember – Banyuwangi itu terdapat banyak kelokan tajam, tebing, dan jurang. “Gumitir tidak hanya rawan laka, tapi juga rawan tanah longsor dan pohon tumbang,” terangnya. (jum/dwi)
Ancaman dari Jalur Gumitir
Gumitir adalah jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi di Jawa Timur. Jalan ini membelah kawasan hutan dengan kontur menanjak, berkelok, serta memiliki tebing curam di beberapa titik.
Karena berada di daerah perbukitan dan hutan dengan banyak pohon besar berusia tua, Jalur Gumitir dikenal rawan longsor dan pohon tumbang, terutama saat musim hujan dan angin kencang.
Meski demikian, jalur ini merupakan akses utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat dari wilayah Tapal Kuda menuju Banyuwangi maupun sebaliknya.
Berikut Kejadian Pohon Tumbang di Gumitir Sepanjang 2025
- 12 Januari 2025 – Beberapa pohon tumbang akibat hujan deras & angin kencang di KM 34 dan KM 32, membuat kemacetan panjang hingga ±4 km.
- 12 Mei 2025 – Dua pohon tumbang di sekitar makam Habib Ali (KM 33), akibat hujan deras dan angin, tetapi tidak ada korban jiwa.
- 15 Juni 2025 – Dua pohon jenis gondang dan beringin tumbang secara tiba-tiba di KM 36.000 saat cuaca cerah. Evakuasi dilakukan dengan sistem buka–tutup jalan.
- 13 November 2025 – Polsek Silo bersama Perhutani & relawan memotong beberapa titik pohon rawan tumbang sepanjang jalur.
- 16 November 2025 – Pohon raksasa setinggi ±45 meter tumbang setelah hujan deras. Arus lalu lintas yang ke arah Banyuwangi tersendat parah namun tanpa korban.
- 1 Desember 2025 – Pohon beringin besar tumbang di Dusun Barurejo, menutup jalan dan menyebabkan kemacetan sementara. Lokasi berada Gumitir ke arah Banyuwangi, tepatnya di Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru.
Sumber: diolah dari berbagai sumber
Editor : Imron Hidayatullahh