Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jembatan di Jember Ini Bakal Ditinggikan! Pemprov & Pemkab Langsung 'Keroyokan' Perbaiki Akses yang Roboh Akibat Banjir!

Jumai RJ • Selasa, 17 Februari 2026 | 04:07 WIB
KEHILANGAN: Jembatan gantung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi yang terputus. Jembatan tersebut juga ditinjau oleh Pemkab Jember dan Pemprov Jatim.
KEHILANGAN: Jembatan gantung di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi yang terputus. Jembatan tersebut juga ditinjau oleh Pemkab Jember dan Pemprov Jatim.

Radar Jember - Banjir besar yang dipicu curah hujan ekstrem baru-baru ini melumpuhkan sejumlah titik di Jember.

Bahkan, juga berdampak pada lebih dari 7.000 kepala keluarga dan merusak jembatan-jembatan vital.

Bencana ini tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir.

Memicu kerusakan serius pada akses transportasi warga di sejumlah titik. Salah satunya di Kecamatan Sukorambi hingga Panti.

Merespons kondisi tersebut, Pemkab Jember dan Pemprov Jatim mulai turun memetakan sejumlah titik terparah yang rusak akibat terjangan banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja, menegaskan bahwa fenomena alam kali ini melampaui kapasitas desain infrastruktur yang ada.

Menurut dia, debit air yang sangat tinggi mengakibatkan luapan yang menyeret konstruksi jembatan hingga menyebabkan rusak.

"Rata-rata jembatan rendah. Saat debit air meningkat drastis, terjadi overtopping (limpasan gelombang, Red) yang menyeret konstruksi hingga roboh," katanya, saat meninjau lokasi banjir di Jembatan Cinta, Desa Jubung, (15/2).

Ia mengemukakan, pihak provinsi kini tengah mengevaluasi teknis pembangunan kembali, termasuk rencana menambah ketinggian jembatan agar lebih tahan terhadap anomali cuaca di masa depan.

"Kami cek detail di lapangan. Jika harus ganti, ya ganti. Segera kami laporkan ke Ibu Gubernur untuk eksekusi," imbuh dia.

Selain Jubung, tim juga meninjau beberapa lokasi jembatan lain yang rusak. Seperti di Desa Suci Panti, dan Karangpring Sukorambi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jember juga bergerak cepat melakukan pemetaan skala prioritas untuk perbaikan fasilitas publik.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyatakan koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi mempercepat pemulihan ekonomi dan mobilitas warga.

"Semua titik dipetakan untuk menentukan skala prioritas. Kami berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk percepatan perbaikan," katanya.

Ia meyakinkan, mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi bertahan hingga akhir bulan, Pemkab Jember kini menetapkan status siaga darurat hingga 26 Februari 2026.

"Jember menjadi prioritas perbaikan. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan saling bahu-membahu," imbuh dia. (mau/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#pemprov jatim #Jember #SUKORAMBI #Banjir #jembatan rusak