Radar Jember – Suasana redaksi Jawa Pos Radar Jember tampak berbeda dari biasanya.
Sebanyak 21 mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal Jember melakukan kunjungan untuk melihat langsung proses produksi berita, mulai dari peliputan hingga sampai ke tangan pembaca.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak berkeliling ruang redaksi, tetapi juga berdialog mengenai cara kerja jurnalis, proses verifikasi informasi, hingga pentingnya menjaga etika dalam pemberitaan.
Para mahasiswa terlihat antusias dan aktif bertanya, terutama terkait cara membedakan informasi benar dan keliru di tengah derasnya arus media sosial.
Diskusi berkembang pada hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti teknik bertanya yang sopan, menghargai privasi narasumber, serta pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya.
Salah seorang mahasiswi, Intan Yovita Gea, mengaku kunjungan tersebut membuka wawasannya tentang dunia jurnalistik.
Menurutnya, tanggung jawab pekerja media cukup besar karena harus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat sesuai fakta.
“Kami belajar etika wawancara, menyaring informasi, dan cara berkomunikasi yang baik yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara, Dosen Literasi STT Duta Panisal Jember, Agus Susanto, mengatakan pembelajaran berbasis pers penting dilakukan karena mahasiswa kerap terpapar informasi yang belum jelas kebenarannya.
Ia mengaku prihatin melihat masih banyak mahasiswa yang mudah mempercayai hoaks.
“Karena itu, mereka perlu memahami bagaimana berita diproduksi. Agar bisa membedakan mana informasi yang akurat dan mana yang tidak,” katanya.
Menurutnya, kemampuan literasi media juga sangat relevan dengan kehidupan kampus berbasis keagamaan.
Saat menyampaikan informasi kepada jemaat, misalnya, kebenaran data harus dipastikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Melalui kunjungan ini, mahasiswa belajar bahwa literasi pers itu penting dan bagaimana menyikapi informasi secara bijak,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh