Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bapokting Mulai Naik? Intip Strategi 'Jurus Jitu' Pemkab Jember Tekan Inflasi agar Warga Tenang Beribadah!

Maulana RJ • Senin, 16 Februari 2026 | 04:00 WIB
"Untuk operasi pasar, kami sudah memiliki jadwal setiap hari. Sedangkan untuk pasar murah, insyaallah akan kami laksanakan di empat titik selama bulan puasa nanti." SARTINI, Kapala Diskopumdag Jember.
"Untuk operasi pasar, kami sudah memiliki jadwal setiap hari. Sedangkan untuk pasar murah, insyaallah akan kami laksanakan di empat titik selama bulan puasa nanti." SARTINI, Kapala Diskopumdag Jember.

Radar Jember - Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di tahun 2026, fenomena tahunan berupa lonjakan harga bahan pokok kembali membayangi masyarakat.

Meningkatnya konsumsi rumah tangga yang sudah menjadi tradisi setiap kali memasuki hari besar keagamaan, sering kali memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan stok di pasar.

Kondisi ini tidak hanya terjadi secara nasional, namun juga mulai terasa di Kabupaten Jember.

Beberapa komoditas tertentu mulai menunjukkan tren kenaikan harga, bahkan mulai sulit ditemukan atau langka di beberapa titik pasar tradisional.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah proaktif melalui pengawasan intensif di lapangan.

Sartini mengaku pihaknya terus melakukan pemantauan harga setiap hari untuk mendeteksi fluktuasi sekecil apa pun.

Langkah ini dinilainya bukan sekadar pendataan, tapi dasar bagi pemerintah untuk melakukan intervensi jika diperlukan.

"Setiap hari kami melakukan pemantauan harga. Hasil pantauan ini langsung kami koordinasikan dengan instansi terkait, baik di internal Pemkab Jember maupun instansi vertikal," katanya, saat ditemui, Kamis (12/2).

Ia membeberkan, upaya koordinasi itu melibatkan berbagai pihak strategis seperti Bulog, untuk memastikan stok beras dan bahan pangan utama tetap aman.

Kemudian PT PPI, terkait distribusi logistik pangan, hingga Pertamina, terkait ketersediaan kuota gas LPG 3 kilogram agar tidak terjadi kelangkaan.

Berdasarkan data terbaru yang dicatat Diskopumdag, terdapat sekitar 21 bahan pokok penting (Bapokting) yang masuk dalam daftar pengawasan ketat.

Hasil pantauan menunjukkan adanya dinamika harga, di mana beberapa komoditas seperti cabai merah dan cabai rawit sempat mengalami kenaikan signifikan hingga Rp5.000 dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai solusi nyata, lanjut Sartini, Pemkab Jember menyiapkan agenda rutin berupa Operasi Pasar dan Pasar Murah.

Ia meyakini langkah-langkah itu dapat meredam kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan barang sekaligus menekan laju inflasi daerah, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan 2026 dengan tenang tanpa terbebani harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.

"Untuk operasi pasar, kami sudah memiliki jadwal setiap hari. Sedangkan untuk pasar murah, insyaallah akan kami laksanakan di empat titik selama bulan puasa nanti, dan jadwal itu sudah ada," pangkas Sartini. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#1447 Hijriah #Ramadan #Jember #diskopumdag #bapokting #harga naik