Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nyesek! Baru Sebulan Diperbaiki Swadaya, Jembatan Gantung Jubung Putus Lagi Diterjang Banjir Bedadung!

Jumai RJ • Sabtu, 14 Februari 2026 | 03:00 WIB
PUTUS TOTAL: Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Darungan Selatan dan Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, putus total setelah diterjang banjir pada Kamis (12/2) malam.
PUTUS TOTAL: Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Darungan Selatan dan Darungan Utara, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, putus total setelah diterjang banjir pada Kamis (12/2) malam.

Radar Jember – Pagi, kemarin (13/2) warga Dusun Darungan Selatan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi hanya bisa berdiri di tepi Sungai Bedadung. Memandangi jembatan gantung yang putus.

Padahal, jembatan sepanjang 105 meter dengan lebar 1,5 meter itu baru sekitar satu setengah bulan lalu, selesai diperbaiki dan kembali bisa dilalui.

Perasaan kecewa warga setempat, karena perbaikan jembatan gantung tersebut dilakukan secara swadaya.

Tidak mengandalkan uang sepeserpun dari pemerintah.
Namun Kamis (12/2) malam, banjir kembali datang. Arus Sungai Bedadung meluap lebih besar dari sebelumnya.

Air naik melewati lantai jembatan, bahkan menggenangi jalan paving menuju akses penyeberangan. Tak butuh waktu lama, jembatan yang menjadi urat nadi dua dusun itu kembali putus.

“Sebelumnya jembatan gantung itu putus pada 15 Desember 2025 kemarin, secara gotong-royong diperbaiki dan selesai 6 Januari 2026. Kami hanya bisa gigit jari. Baru diperbaiki, sekarang putus lagi,” ujar Akbharul Khoir, Koordinator Wong Ajung Peduli.

Diketahui, jembatan gantung itu diresmikan pada 2005 itu bukan sekadar penghubung Dusun Darungan Selatan dan Darungan Utara.

Ia adalah jalan harapan bagi anak-anak yang berangkat ke SDN Jubung 01 dan SMKN 5 Jember.

Ia juga menjadi jalur para pekerja menuju Perum Griya Mangli Indah (GMI) dan akses warga Ajung ke Terminal Tawang Alun maupun Rambipuji. Kini, semua harus memutar lebih jauh.

“Kasihan warga yang kerja di GMI, orang tua yang mengantar anak sekolah. Sekarang harus lewat jalan yang lebih jauh,” katanya.

Menurutnya, kerusakan kali ini jauh lebih parah. Jika sebelumnya hanya penyangga sisi selatan yang roboh, maka kini kedua sisi. Selatan dan utara, ikut tumbang.

Fauzi, warga Dusun Darungan Selatan, menyaksikan sendiri derasnya arus malam itu.

“Airnya memang lebih besar sekarang. Sampai naik ke jalan paving. Jembatan benar-benar dihantam arus,” ujarnya.

Setelah putus total, sampah-sampah pun tersangkut di lantai jembatan yang tersisa.
Suprapto, warga Perum Griya Mangli Indah Blok G/11, menegaskan bahwa jembatan itu adalah akses alternatif vital. “Bukan hanya warga dua dusun.

Banyak warga Ajung juga lewat sini. Ibu-ibu yang bekerja di GMI, anak-anak sekolah, semua bergantung pada jembatan ini,” katanya.

Warga berencana kembali memperbaiki jembatan secara swadaya setelah Lebaran nanti. Mereka sadar, perbaikan kali ini tidak mudah dan membutuhkan waktu lebih lama karena kedua penyangga roboh total. (jum/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #SUKORAMBI #Banjir