Radar Jember – Jember diproyeksikan menjadi salah satu penopang penting target swasembada pangan nasional 2026.
Sesuai instruksi Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas, Bulog ditugaskan menyerap empat juta ton beras dan sejuta ton jagung.
Di tingkat daerah, peran Jember dinilai strategis karena selama ini menjadi salah satu sentra produksi padi dan jagung di Jawa Timur.
Sepanjang 2025, Bulog Cabang Jember mencatat realisasi penyerapan gabah petani sebesar 118 ribu ton.
Jumlah itu setara sekitar 84 ribu ton beras dan menjadi capaian tertinggi di Jawa Timur.
Realisasinya bahkan mencapai 110 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini menjadi pijakan untuk menyusun strategi tahun berikutnya.
Kepala Bulog Kantor Cabang Jember M Ade Saputra mengatakan, pada 2026 Jember ditarget menyerap setara 84 ribu ton beras.
Jumlah itu sekitar 175 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP). Selain itu, serapan jagung juga telah ditetapkan.
“Bulog Jember ditarget sekitar 84 ribu ton setara beras serta 10 ribu ton jagung,” ujarnya.
Ade menjelaskan, hasil evaluasi 2025 menunjukkan kualitas gabah menjadi faktor utama keberhasilan serapan.
Gabah yang disetor harus cukup umur panen agar rendemen beras maksimal saat digiling.
Gabah rusak, terendam, atau belum matang tidak akan memenuhi standar.
“Kualitas gabah sangat menentukan hasil beras, jadi harus memenuhi unsur persyaratan,” tegasnya.
Selain itu, akurasi timbangan di tingkat kelompok tani (poktan) maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) juga harus dibenahi.
Bulog meminta seluruh timbangan sudah terkalibrasi agar tidak terjadi selisih ukuran saat transaksi.
Lalu, harga pembelian gabah juga tetap Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani.
“Waktu panen pun dianjurkan di atas pukul 09.00 WIB Ini untuk mengurangi kadar air akibat embun pagi,” terang Ade.
Untuk komoditas jagung, Bulog menetapkan dua skema harga. Jagung pipilan kering dengan kadar air 18–20 persen dan aflatoksin (batas aman kandungan racun jamur) maksimal 50 ppb dibeli dengan harga Rp 5.500 per kilogram.
Sementara jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin 50 ppb dihargai Rp 6.400 per kilogram di gudang Bulog.
“Kami juga membentuk tim jemput gabah bersama TNI dan PPL agar jadwal panen bisa terpantau,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, menegaskan, kesiapan Pemkab Jember mendukung penuh program Bulog sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan.
“Kami akan segera menerbitkan surat edaran kepada mitra penggilingan swasta dan KDMP di Kabupaten Jember agar dapat berkolaborasi dalam penyediaan dryer untuk memfasilitasi petani saat panen raya,” kata Gus Fawait. (kin/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh