Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pimpin Daftar Kemiskinan di Jawa Timur, Bupati Jember Gus Fawait: Pengentasan ini Bukan Sulapan!

Maulana RJ • Jumat, 13 Februari 2026 | 06:37 WIB

Sejumlah masyarakat penerima bantuan saat lawatan BP Taskin ke Jember, tepatnya di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember Kamis (12/2/2026). (Maulana/JPRJ)
Sejumlah masyarakat penerima bantuan saat lawatan BP Taskin ke Jember, tepatnya di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember Kamis (12/2/2026). (Maulana/JPRJ)

JENGGAWAH, Radar Jember - Kabupaten Jember kini berada di bawah sorotan nasional menyusul angka kemiskinan ekstremnya yang menempati urutan tertinggi di Jawa Timur, dengan catatan menembus 124.000 jiwa lebih. 

Menanggapi kondisi akut ini, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI menetapkan Jember sebagai daerah prioritas penanganan nasional.

Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyambut hangat kunjungan kerja Wakil Kepala BP Taskin RI, Iwan Sumule, di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Kunjungi Jember, BP Taskin Yakin Bisa Turunkan Kemiskinan hingga Satu Persen Per Tahun

Dalam paparannya, Gus Fawait menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk mengurai benang kusut kemiskinan yang telah menjerat Jember selama satu dekade terakhir.

"Masalah kemiskinan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak, tapi harus sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat," katanya, saat memberikan keterangan pers di sela-sela acara penyerahan bantuan.

Gus Fawait menyadari bahwa posisi Jember sebagai daerah dengan kemiskinan tertinggi di Jawa Timur memerlukan kerja ekstra keras dan waktu yang tidak sebentar.

Baca Juga: Prabowo Klaim Program MBG Telah Serap 1 Juta Tenaga Kerja dan Jangkau 60 Juta Rakyat

Namun, ia optimis dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto melalui BP Taskin, perubahan signifikan akan terjadi dalam lima tahun ke depan.

"Pengentasan kemiskinan ini bukan sulap; hari ini diatasi, besok tiba-tiba sudah selesai. Butuh waktu, tapi yang jelas dalam lima tahun ke depan kemiskinan di Jember harus turun drastis dibanding sebelum-sebelumnya," tegas Bupati yang juga kader partai besutan Presiden Prabowo tersebut.

Dalam diskusinya dengan pihak BP Taskin, Gus Fawait mengaku telah memetakan bahwa kantong-kantong kemiskinan di Jember banyak tersebar di wilayah pinggiran hutan dan pantai. 

Baca Juga: Demi Sukseskan Program Prabowo, Bupati Fawait Bentuk Satgas MBG dan Ajak Warga Ikut Awas

Oleh karena itu, ia mengusulkan program konkret seperti pemanfaatan Hutan Sosial untuk buruh tani yang tidak memiliki lahan sendiri.

"Rata-rata warga miskin ekstrem kita adalah buruh tani yang tidak punya lahan. Melalui program Hutan Sosial yang dikelola tepat sasaran, serta pembangunan Kampung Nelayan di pesisir, kita ingin pelayanan dasar dan pemberdayaan ekonomi benar-benar menyentuh akar rumput," katanya.

Selain itu, ia juga mendorong pemberian beasiswa pendidikan, pemberian bantuan jaminan kesehatan (PBI JK), serta pelatihan UMKM bagi keluarga miskin usia produktif agar mampu mandiri atau menjadi pekerja migran yang terampil di bawah pengawasan pusat.

Baca Juga: Persiapkan Diri! Kementerian Hukum Berencana Buka Formasi CPNS 2026, Simak Estimasi Kuotanya

Gus Fawait menegaskan kesiapan Jember untuk menyelaraskan diri dengan target nasional, yakni menurunkan angka kemiskinan sebesar 1 persen setiap tahunnya.

"Jember pasti tunduk dan patuh merah-putih kepada apa yang sudah dicanangkan oleh Presiden kita tercinta Pak Prabowo. Target pusat adalah target kita semua," pungkas Presiden Laskar Sholawat Nusantara itu. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #iwan sumule #Kemiskinan Ekstrem #pengentasan kemiskinan #Kemiskinan #Jatim #Presiden Prabowo #kemiskinan jember #BP Taskin #Gus Fawait