Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Punya Angka Kemiskinan Tertinggi se-Jatim, Akademisi UIN KHAS Sarankan Pemkab Jember Tiru Cara Lembaga Filantropi

Maulana RJ • Jumat, 13 Februari 2026 | 06:36 WIB

Pakar Hukum Syari
Pakar Hukum Syari

KALIWATES, Radar Jember - Angka kemiskinan absolut dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember yang masih bertengger di posisi tertinggi se-Jawa Timur, menjadi pekerjaan rumah yang terus diseriusi oleh pemerintah daerah.

Penanganan kemiskinan yang selama ini cenderung bersifat insidental dan hanya mengandalkan bantuan sosial (bansos) dinilai perlu dievaluasi total.

Pakar Hukum Syari'ah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, menekankan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan percepatan melalui skema yang lebih berkelanjutan. 

Baca Juga: Kunjungi Jember, BP Taskin Yakin Bisa Turunkan Kemiskinan hingga Satu Persen Per Tahun

Dosen yang sekaligus Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam ini mengemukakan bahwa strategi filantropi Islam melalui zakat dan wakaf produktif diyakini dapat menjadi role model bagi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan secara sistemik.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan yang bersifat karitatif atau habis sekali pakai. Di Lazawa Darul Hikam, kami menggerakkan program zakat dan wakaf yang inovatif dan terukur sebagai solusi nyata,” katanya, saat ditemui, di Kaliwates, Jember, Rabu (11/2/2026).

Sebagai bukti efektivitas, ia mengutarakan sejumlah catatan pencapaian gemilang Lazawa Darul Hikam sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Jember Darurat Kemiskinan, Gus Fawait Bentuk Satgas Khusus dan Program MBG: Tak Bisa Hanya Dinsos!

Lembaga ini berhasil menghimpun donasi sebesar Rp289.924.000 dari ratusan donatur yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia hingga mancanegara seperti Belanda dan Australia.

Manfaat dari dana tersebut, lanjut dia, telah dirasakan oleh 8.554 jiwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. 

Prof. Harisudin menjelaskan bahwa program mereka telah menembus batas teritorial, mulai dari distribusi kurban hingga ke Rusia, dakwah di Jepang, hingga program "Wakaf Kursi" yang menjangkau Masjidil Haram di Mekah.

Prof. Harisudin mendorong Pemerintah Kabupaten Jember untuk mereplikasi model kerja sama produktif, seperti yang telah dilakukan Lazawa Darul Hikam bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember melalui program "Satu Wakaf".

Baca Juga: Prabowo Klaim Program MBG Telah Serap 1 Juta Tenaga Kerja dan Jangkau 60 Juta Rakyat

Program ini fokus pada aset produktif yang mampu menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang, antara lain wakaf sawah produktif, wakaf tanah pesantren dan lembaga pendidikan, serta wakaf sumur dan wakaf kursi.

“Terobosan ini didukung oleh manajemen modern melalui aplikasi Sistem Manajemen Online Darul Hikam yang kami luncurkan Desember 2025. Ini membuktikan bahwa pengelolaan dana umat bisa dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tambah dia.

Editor : M. Ainul Budi
#uin khas #Jember #Kemiskinan Ekstrem #filantropi #pengentasan kemiskinan #Zakat Wakaf #Kemiskinan #kemiskinan jember