Radar Jember – Ada saja tingkah pengguna kendaraan bermotor saat Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang dilakukan Satlantas Polres Jember.
Berbagai alasan pun diucapkan. Termasuk alasan sepeda motornya yang mogok dan hendak dibawa ke bengkel.
Padahal awalnya motor yang dinaiki aman-aman saja dari arah Banyuwangi ke Jember.
Setelah melihat ada petugas gabungan yang berdiri di depan Terminal Pakusari, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, salah seorang pengendara ini langsung turun dan mendorong motornya.
Ada juga yang alasan lupa tak pakai helm karena mengantarkan anaknya ke Pondok hingga terburu- buru sampek lupa membawa helm.
Inilah yang terjadi pada Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang dilakukan Satlantas Polres Jember, Dishub Provinsi, Kantor Bersama (KB) Samsat Jember, Korps Polisi Militer, Jasa Raharja, dan UPT Bapeda Jember di Terminal Pakusari, Rabu (5/2) kemarin.
Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simamarta, menegaskan peran aktif masyarakat sangat krusial.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersinergi menjadi pelopor keselamatan. Keberhasilan operasi ini bergantung pada komitmen bersama,” kata Bagas.
Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Jember bertekad menciptakan budaya tertib lalu lintas, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mewujudkan keamanan dan keselamatan jalan raya yang berkelanjutan bagi masyarakat Jember.
Dalam operasi gabungan ini juga kita mengecek masa pajak kendaraan bermotor tahunan.
Kegiatan ini berlangsung hingga 15 Februari 2026 mendatang.
Ops gabungan ini mengedepankan hanya memberikan teguran-teguran saja.
Petugas tidak melakukan penindakan, hanya diberi surat teguran agar tidak mengulangi lagi.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, yang masih terlihat saat dilakukan operasi gabjngan masih banyak trmua pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm dan lupa bawa STNK.
Alasannya kepada petugas karena hanya sebentar dan jaraknya tidak jauh. (jum/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh