Radar Jember – Sebanyak 2.920 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Jember dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Dari jumlah tersebut nantinya kan terbagi dalam sembilan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 90 hingga 98, dengan jadwal keberangkatan mulai 14 hingga 16 Mei mendatang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember Nur Sholeh mengatakan, pembagian kloter jamaah Jember telah ditetapkan sejak beberapa waktu lalu.
“Penetapan kloter sudah selesai. Jamaah Jember masuk kloter 90 sampai 98,” ujarnya.
Menurut dia, komposisi jamaah dalam setiap kloter tidak seluruhnya diisi warga Jember.
Pada kloter 90, jamaah Jember akan diberangkatkan bersama jamaah asal Situbondo.
“Sedangkan kloter 91 sampai 97 merupakan kloter murni jamaah Jember,” jelasnya.
Adapun pada kloter terakhir, yakni kloter 98, jamaah Jember akan bergabung dengan jamaah dari Lumajang.
Skema penggabungan itu mengikuti pengaturan embarkasi serta ketersediaan kursi penerbangan yang telah ditentukan pemerintah pusat.
Nur Sholeh merinci jumlah jamaah di masing-masing kloter. Kloter 90 berisi 159 jamaah Jember. Sementara kloter 91 hingga 97 masing-masing diisi 374 jamaah.
“Untuk kloter 98 terdapat 144 jamaah Jember,” tambahnya.
Ia menuturkan, jamaah yang berangkat berasal dari berbagai kategori.
Mulai dari jamaah urut porsi tahun berjalan, penggabungan mahram, pendamping lansia, jamaah cadangan yang naik reguler, hingga jamaah mutasi.
“Semua data sudah diverifikasi sebelum masuk pembagian kloter,” katanya.
Dengan nomor kloter berada di kisaran 90-an, jamaah Jember termasuk pemberangkatan gelombang kedua.
Para jamaah nantinya akan terbang menuju Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Setelah puncak ibadah haji selesai, jamaah dijadwalkan bertolak menuju Madinah untuk menjalani ziarah.
Kepulangan jamaah ke tanah air juga dilakukan dari Madinah.
“Saat ini proses persiapan terus berjalan, mulai pengajuan visa hingga bimbingan manasik tingkat kecamatan sebelum Ramadan dan tingkat kabupaten setelah Idul Fitri,” pungkasnya. (dhi/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh