Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kadispendik Jember Minta Maaf! Turun Tangan Berikan Trauma Healing Siswa SD Jelbuk yang Ditelanjangi Guru!

Sidkin • Rabu, 11 Februari 2026 | 07:00 WIB
“Memang ada sedikit ketakutan. Oleh karena itu, kami adakan trauma healing agar mereka terhindar dari trauma.” ARIEF TJAHJONO, Kepala Dispendik Jember.
“Memang ada sedikit ketakutan. Oleh karena itu, kami adakan trauma healing agar mereka terhindar dari trauma.” ARIEF TJAHJONO, Kepala Dispendik Jember.

Radar Jember – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, kembali berjalan normal.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember memastikan proses belajar tidak terganggu pascadugaan kasus Bu Guru F yang menggeledah siswa hingga telanjang.

Pemulihan psikologis anak-anak dan pembelajaran menjadi prioritas utama.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Arief Tjahjono mengatakan, sejak Minggu (8/2), pihaknya telah turun langsung ke sekolah untuk mengambil langkah persuasif.

Dinas menggelar pertemuan dengan wali murid guna mencari solusi bersama agar situasi tidak semakin memanas.

Menurutnya, kepentingan utama adalah menjaga agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Alhamdulillah, pada prinsipnya kegiatan belajar mengajar ini tidak terganggu dan ini sudah bisa kami atasi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, dinas juga mengakomodasi permintaan wali murid.

Guru yang bersangkutan dipanggil ke dinas pada Senin (9/2) untuk menjalani pembinaan sesuai aturan yang berlaku.

Langkah ini diambil agar suasana sekolah kembali kondusif dan tidak menimbulkan ketegangan berkepanjangan.

Pemulihan psikologis siswa juga menjadi perhatian khusus.

Menurutnya, kemarin (10/2), pihaknya kembali mendatangi sekolah bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dan Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Jember.

Tujuannya melakukan trauma healing agar anak-anak tidak menyimpan ketakutan mendalam.

Upaya ini dilakukan karena pascakejadian sebagian siswa sempat merasa takut untuk kembali masuk sekolah.

Menurut Arief, setelah pendampingan dilakukan, kehadiran siswa mulai membaik.

Sebelumnya, pada hari pertama masuk pascakejadian, hanya sebagian siswa yang hadir karena masih diliputi rasa cemas.

Melalui pendekatan psikologis dan komunikasi dengan orang tua, dinas berupaya meyakinkan bahwa lingkungan belajar tetap aman.

“Memang ada sedikit ketakutan. Oleh karena itu, kami adakan trauma healing agar mereka terhindar dari trauma. Dan kami yakinkan bahwa kegiatan belajar mengajar harus berjalan,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, dinas juga menarik sementara guru tersebut ke kantor untuk meredakan situasi.

Arief menyampaikan, permohonan maaf kepada wali murid dan berjanji memperkuat pembinaan agar guru tidak bersikap over reaktif dalam menghadapi persoalan.

Pengawasan dan sosialisasi akan terus ditingkatkan agar kasus serupa tidak terulang.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Kami akan memperbaiki kinerja agar tidak terjadi lagi hal seperti ini di masa mendatang,” pungkasnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#kekerasan siswa #kekerasan oknum guru #Dispendik Jember #Dinsos P3A