Radar Jember - Jember terus bersolek dengan menggali potensi wisata alamnya di berbagai titik.
Tidak hanya di kawasan pantai, namun juga kawasan dataran tinggi pegunungan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Jember, Bobby Arie Sandi, mengatakan salah satu yang kini menjadi fokus Pemkab Jember adalah pengembangan kawasan lereng Pegunungan Argopuro.
Ia menilai, langkah ini diambil bukan sekadar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tapi sebagai strategi menekan angka kemiskinan di wilayah penyangga hutan.
"Jember ini memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai dari lereng Argopuro, sungai besar yang membelah tengah kota, tokoh-tokoh religi, hingga Laut Selatan," katanya, (9/2).
Terkhusus di Pegunungan Argopuro sendiri, dikenal di kalangan pelancong dan pendaki memiliki jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa.
Namun, lebih dari sekadar jalur pendakian, lereng ini menyimpan kekayaan berupa deretan air terjun (curug) yang masih asri, sungai-sungai besar yang membelah kota, hingga jejak sejarah dan tokoh religi yang kuat.
Bobby juga menegaskan pengelolaan potensi sebesar wisata lereng Argopuro tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah.
Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memaksimalkan dampak positifnya bagi masyarakat.
"Hari ini kita wujudkan kolaborasi, karena Pemda tidak bisa sendiri menangani wisata sebesar ini. Kami menindaklanjuti MOU dengan Perhutani dan Polije melalui PKS (Perjanjian Kerja Sama)," jelas dia, seusai penandatanganan PKS.
Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dan akademisi, dapat memberikan dampak teknis yang signifikan.
"Harapannya, teman-teman mahasiswa pariwisata bisa menyalurkan ilmunya dan memberikan manfaat. Goal besarnya adalah penurunan angka kemiskinan, khususnya di lereng Argopuro melalui pengembangan spot air terjun dan jalur pendakian," tambah Bobby.
Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait sempat mengemukakan keinginannya agar destinasi pariwisata di Jember lebih gencar di kampanyekan. Dan langkah itu dinilainya tidak cukup dilakukan oleh pemerintah, namun juga masyarakat luas.
"Kita punya pantai dengan salah satu garis pantai terpanjang di Jawa Timur, di pegunungan kita juga ada destinasi wisata yang cukup beragam, ini semua potensi yang bisa kita kelola dan kita optimalkan," pungkas Gus Fawait, sapaan akrabnya. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh