Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hasil Survei Mengejutkan! Reaktivasi Rel Kalisat-Bondowoso Tak Semudah Bayangan, Ini Kendala Berat di Lapangan!

Faqih Humaini • Selasa, 10 Februari 2026 | 02:00 WIB
TAK BERFUNGSI: Jalur rel kereta api Kalisat–Bondowoso tak lagi berfungsi.
TAK BERFUNGSI: Jalur rel kereta api Kalisat–Bondowoso tak lagi berfungsi.

Radar Jember - Rencana reaktivasi jalur kereta api nonaktif lintas Kalisat–Bondowoso tak hanya bergantung pada kesiapan dokumen perencanaan.

Hasil Survei Identifikasi Desain (SID) yang telah dirampungkan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya justru mengungkap banyak pekerjaan rumah.

Baik dari sisi teknis maupun sosial yang harus dibereskan sebelum jalur tersebut dapat kembali dioperasikan.

Kepala BTP Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan mengatakan survei lapangan yang dilakukan menunjukkan kondisi aset perkeretaapian yang beragam.

Mulai dari rel, stasiun, hingga jembatan, dan banyak fasilitas ditemukan tidak lagi berfungsi optimal.

“Survei ini penting untuk mengetahui kondisi eksisting jalur Kalisat–Bondowoso secara riil,” ujarnya.

Menurut Denny, pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan dukungan teknologi pemetaan.

Setiap trase jalur, jembatan, dan aset perkeretaapian diplot menggunakan GPS serta didokumentasikan secara visual.

Langkah ini bertujuan agar perencanaan reaktivasi benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.

Hasil awal SID menunjukkan persoalan paling menonjol berada pada kondisi jembatan dan bangunan stasiun.

Sejumlah jembatan secara visual masih tampak layak, namun tetap memerlukan kajian struktur yang lebih mendalam.

Sementara itu, beberapa bangunan stasiun diketahui telah beralih fungsi, sehingga membutuhkan penataan ulang apabila jalur kembali diaktifkan.

Tak kalah penting, aspek sosial juga menjadi tantangan serius.

Di sejumlah titik, jalur rel tidak lagi steril karena berdampingan langsung dengan permukiman warga.

Bahkan, beberapa jembatan kereta api kini dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penyeberangan sehari-hari.

Kondisi tersebut, lanjut Denny, menuntut koordinasi lintas sektor yang matang.

Penertiban jalur tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan dampak sosial bagi warga sekitar.

“Harus dipikirkan solusi dan akses alternatif agar aktivitas masyarakat tidak terganggu saat jalur ini dibuka kembali,” pungkasnya. (faq/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#kalisat #jalur kereta api #reaktivasi jalur KA #PT KAI #BTP Surabaya #Bondowoso