Radar Jember - Dampak kejadian penggeledahan hingga melucuti busana siswa di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, langsung terasa keesokan harinya.
Hampir seluruh siswa kelas V tidak masuk sekolah pada Sabtu (7/2). Rasa takut dan trauma membuat anak-anak enggan kembali ke ruang kelas dan sekolah.
“Anak saya juga tidak masuk. Hampir semua takut dan tidak ingin bertemu guru itu,” kata wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.
Orang tua sepakat menahan anak-anak mereka di rumah hingga ada kejelasan penanganan kasus.
Meski demikian, sekitar delapan siswa akhirnya tetap masuk sekolah setelah mendapat panggilan dari pihak guru dan sekolah.
Namun suasana disebut tidak lagi sama. Rasa canggung dan ketakutan masih membayangi sebagian siswa.
Orang tua berharap kondisi psikologis anak-anak menjadi perhatian serius.
Mereka menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi juga menyangkut rasa aman siswa di lingkungan sekolah.
Sementara, pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (9/2) aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali normal.
Anak-anak juga pulang dengan tepat waktu. Siswa kelas V juga masuk kelas. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh