Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kelewat Batas! Guru SDN Jelbuk 02 Paksa Siswa Buka Baju Karena Kehilangan Uang, Video Rekaman Wali Murid Viral!

Sidkin • Senin, 9 Februari 2026 | 19:10 WIB

KEMBALI SEKOLAH: Suasana SDN Jelbuk 02 sepulang sekolah, kemarin (9/2). Aktivitas KBM, termasuk kelas V kembali normal setelah pekan kemarin ada insiden pemeriksaan hingga melucuti pakaian siswa.
KEMBALI SEKOLAH: Suasana SDN Jelbuk 02 sepulang sekolah, kemarin (9/2). Aktivitas KBM, termasuk kelas V kembali normal setelah pekan kemarin ada insiden pemeriksaan hingga melucuti pakaian siswa.

Radar Jember - Ruang kelas seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak setelah rumah. Di sanalah mereka belajar membaca, berhitung, dan mengenal dunia.

Namun, di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, ruang itu sempat berubah fungsi. Bukan lagi ruang belajar, melainkan ruang interogasi.

Peristiwa itu bermula dari hilangnya uang pribadi guru berinisial F. Total yang dilaporkan hilang Rp 275 ribu dalam dua tahap.

Sebesar Rp 200 ribu dilaporkan hilang pada Senin (2/2), lalu Rp 75 ribu kembali raib pada Jumat (6/2). Uang terakhir inilah yang disebut memiliki nilai emosional.

Saat kehilangan terakhir terjadi, guru tersebut langsung mengumpulkan 22 siswa kelas V setelah jam pelajaran berakhir.

Dia meminta mereka tetap berada di dalam kelas. Awalnya, penggeledahan dilakukan dengan memeriksa tas para siswa.

Namun, karena uang tidak ditemukan, pemeriksaan berlanjut. Satu per satu siswa diminta maju ke depan, sementara yang lain diminta untuk menghadap ke tembok kelas agar tak melihat.

Dalam proses penggeledahan itulah diduga terjadi tindakan tak pantas.

Siswa laki-laki diminta melepas seluruh pakaian (telanjang bulat) dan siswi perempuan menyisakan pakaian dalam.

Sejumlah siswa dalam kelas itu melihat pemeriksaan guru itu secara diam-diam.

Sementara, siswa dari kelas lainnya merasa aneh. Teman-teman lainnya pulang, justru anak kelas V tidak ada yang keluar sama sekali.

Saat melihat dari jendela, ternyata ada kejadian pemeriksaan sampai melucuti pakaian siswa dan langsung melaporkannya kepada orang tua.

Wali murid siswa kelas V yang enggan disebut namanya tersebut mengaku saat itu menunggu anaknya pulang.

Tetapi saat jam pulang itu, anaknya tak kunjung tiba di rumah.

“Saat menerima laporan itu, saya langsung ke sekolah dan kondisi pintu kelas tertutup. Langsung didobrak dan meminta pemeriksaan dihentikan,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di rumahnya, kemarin (9/2).

Total ada empat siswa yang diperiksa. Di antaranya, empat putra dan dua putri.

Pemeriksaan yang tak pantas dengan menanggalkan pakaian tersebut, praktis memicu amarah wali murid.

Bahkan, sejumlah wali murid sempat merekam kejadian itu. Video itu pun viral dan beredar di sejumlah media sosial.

Mereka meminta agar kasus ini ditindaklanjuti oleh sekolah. Apalagi, pemeriksaan itu tidak diketahui oleh kepala sekolah.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Jelbuk 02 Arif Rahman justru melarang jurnalis membawa smartphone dan alat perekam ketika dikonfirmasi kasus tersebut.

“Silakan semua HP ditaruh di meja dulu, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tanggapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin (9/2).

Dia enggan mengomentari kasus guru tersebut. Sebab, perkara ini sudah ditangani Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember.

“Saya serahkan semua ke Diknas, kalau mau konfirmasi silakan langsung ke Diknas,” lanjutnya.

Terpisah, Kapolsek Jelbuk AKP Brisan Iman Nulla mengaku tidak berani berkomentar apa pun mengenai kasus tersebut. Sebab hingga kemarin, peristiwa itu belum dilaporkan ke kepolisian.

“Kalau mau konfirmasi silakan ke TKP. Sementara dasar kami berbicara adalah laporan, katanya singkat saat ditemui di Mapolsek Jelbuk. (dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #oknum guru #kekerasan siswa