Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pakar UIN Jember Ingatkan Pers Harus Sehat, Jangan Terjebak Pola Bad News as Good News

M Adhi Surya • Senin, 9 Februari 2026 | 05:00 WIB
"Pers yang sehat adalah pers yang berani berpihak pada keadilan, demi ekonomi berdaulat dan bangsa yang kuat.” Dr Kun Wazis, Pakar Komunikasi Massa UIN KHAS Jember.
"Pers yang sehat adalah pers yang berani berpihak pada keadilan, demi ekonomi berdaulat dan bangsa yang kuat.” Dr Kun Wazis, Pakar Komunikasi Massa UIN KHAS Jember.

Radar Jember- Pakar Komunikasi Massa UIN KHAS Jember, Dr Kun Wazis, menegaskan bahwa pers sehat harus mampu menyajikan informasi yang transparan, aktual, faktual, serta memenuhi kaidah penulisan jurnalistik 5W1H.

Menurutnya, informasi yang disampaikan pers tidak sekadar cepat, tetapi juga menyegarkan, kritis, dan konstruktif bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, pers memiliki fungsi utama sebagai penyampai informasi yang bermanfaat, pengulas problem sosial, pertumbuhan ekonomi, serta pengontrol kebijakan politik.

Namun, fungsi tersebut harus dijalankan tanpa terjebak pada logika bad news as good news yang kerap mengabaikan nilai edukasi dan kepentingan publik.

Selain informatif, pers juga memiliki fungsi edukatif.

Dr Kun menekankan bahwa konten jurnalistik, baik berupa teks, foto, maupun penanda digital, harus mampu memberikan pendidikan kepada publik terkait pembangunan, dinamika ekonomi, budaya yang menyehatkan, hingga akses politik masyarakat.

Dengan demikian, pers tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut membentuk kesadaran publik.

Dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, pers dituntut tetap kritis dan berimbang.

Pengungkapan kasus korupsi, manipulasi, kecurangan, dan penyelewengan harus disajikan secara proporsional, mengikuti perkembangan kasus, serta menghindari penghakiman sepihak.

“Kontrol sosial harus kuat, tapi tetap bertanggung jawab,” ujarnya.

Dr Kun juga menyoroti pentingnya transformasi digital media. Menurutnya, audiens digital seperti Gen Z dan komunitas siber merupakan kekuatan jangka panjang yang harus dikelola dengan strategi konten yang relevan.

Produk hiburan seperti olahraga, wisata, hingga sejarah pesantren dapat dikemas ringan dan ringkas tanpa kehilangan nilai jurnalistik.

Di sisi lain, pers sehat juga berperan dalam menggerakkan ekonomi.

Media tidak hanya memberdayakan wartawan dan karyawan, tetapi juga ikut mendorong ekonomi masyarakat melalui pemberitaan inovasi produk, teknologi bisnis, serta penyelenggaraan event dan iklan.

Pemanfaatan platform digital dan media sosial menjadi keniscayaan di tengah penurunan media cetak.

Dalam konteks kedaulatan ekonomi dan sikap politik, Dr Kun menegaskan bahwa pers harus tetap kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

Keberpihakan pada kelompok tertindas, seperti dukungan terhadap Palestina, disebutnya sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.

“Pers yang sehat adalah pers yang berani berpihak pada keadilan, demi ekonomi berdaulat dan bangsa yang kuat,” pungkas alumnus jurnalis Jawa Pos Radar Jember tersebut. (dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#hpn #uu pers #UIN KHAS Jember #hari pers nasional