PAKUSARI, Radar Jember - Hamparan lahan hijau membentang di lingkungan SMK Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari.
Di atas lahan seluas sekitar 700 hektare itu, berbagai tanaman pangan tumbuh subur, mulai dari alpukat, pepaya, singkong hingga jagung. Lahan tersebut bukan sekadar kebun sekolah, melainkan menjadi bagian dari implementasi program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).
Melalui program ini, sekolah ingin menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini kepada para siswa.
Program SIKAP mulai diterapkan secara resmi pada 2026. Namun sejatinya, konsep ini sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya sekolah menyikapi strategi nasional ketahanan pangan.
Kepala SMK IBU Pakusari, Muhammad Muslim, menjelaskan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk ikut ambil bagian dalam penguatan sektor pangan. Beragam tanaman pun telah dibudidayakan di lahan sekolah.
Alpukat, pepaya, dan singkong menjadi komoditas yang lebih dulu ditanam.
Kemudian disusul penanaman bibit jagung dalam program terbaru. Seluruh proses, mulai dari penanaman hingga perawatan, dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
“Alpukat, pepaya, dan singkong sudah panen. Dan sekarang kami juga mulai penanaman jagung,” kata Muslim, Sabtu (7/2).
Hasil panen tidak dibiarkan menumpuk begitu saja. Sebagian dipasarkan ke luar dan sebagian lagi diserap oleh SPPG IBU Pakusari yang berada di lingkungan sekolah.
Dengan pola ini, hasil produksi memiliki pasar yang jelas sehingga mendukung keberlanjutan program.
“Setelah panen kami pasarkan ke luar. Kami juga ada dapur MBG yang menerima stok dari sekolah,” jelasnya.
Menariknya, program ini melibatkan seluruh siswa secara bergilir dengan pendampingan guru. Konsep pembelajaran dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menjalani langsung proses produksi pangan.
Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di masyarakat.
“Anak-anak tidak hanya belajar ilmu saja, tetapi juga belajar memproses ketahanan pangan agar nanti bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan,” pungkasnya. (kr/kin/bud)
Editor : M. Ainul Budi