Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Resmi Dihentikan! Imbas Keracunan Massal di SMPN 1 Umbulsari Jember, Distribusi MBG Disetop!

Sidkin • Sabtu, 7 Februari 2026 | 05:00 WIB

 

DIPANTAU: Anggota TNI dan polisi yang tergabung dalam Satgas Pengentasan Kemiskinan dan Suksesi MBG tingkat kecamatan memantau kondisi siswa SMPN 1 Umbulsari yang dirawat di Puskesmas Umbulsari.
DIPANTAU: Anggota TNI dan polisi yang tergabung dalam Satgas Pengentasan Kemiskinan dan Suksesi MBG tingkat kecamatan memantau kondisi siswa SMPN 1 Umbulsari yang dirawat di Puskesmas Umbulsari.

Radar Jember - Buntut dari dugaan keracunan di SMPN 1 Umbulsari membuat distribusi MBG ke lembaga tersebut dihentikan sementara.

Keputusan itu diambil demi mencegah risiko lanjutan di tengah kekhawatiran orang tua dan sekolah.

Penghentian distribusi MBG diputuskan setelah koordinasi antara sekolah, kecamatan, puskesmas, dan pihak pelaksana.

Kepala SMPN 1 Umbulsari Mamik Sasmiti menyebut, saat siswa dan guru merasakan gejala keracunan pada Kamis (5/2), kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa tak dilanjutkan.

Siswa dipulangkan lebih awal karena makanan tidak dibagikan. Sekolah memilih langkah aman sembari menunggu kejelasan lanjutan dari penyelenggara.

“Hasil koordinasi, MBG tidak dibagikan,” kata Mamik.

Informasi awal yang diterima sekolah menyebutkan distribusi MBG akan dihentikan sementara selama sepekan.

Pihak sekolah masih menunggu surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar keputusan tersebut memiliki dasar yang jelas.

“Trauma pasca kejadian juga menjadi pertimbangan utama. Kami masih menunggu surat resmi dari pusat,” ujarnya.

Kasus ini menambah, daftar kritik terhadap pelaksanaan MBG yang belakangan kerap menuai keluhan.

Apalagi di Jember, tidak sedikit implementasinya bermasalah. Mulai dari dugaan makanan basi hingga menu yang dinilai tidak layak konsumsi.

Rentetan persoalan tersebut memunculkan pertanyaan tentang standar mutu dan pengawasan program.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Muhammad Ridoi menyatakan, telah menerima laporan kasus itu dan langsung menurunkan jajaran ke lapangan.

Fokus utama saat ini adalah penanganan siswa dan pemantauan kondisi sekolah.

Pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. “Kami tidak berwenang menyimpulkan soal itu,” katanya.

Meski begitu, Dispendik Jember berkomitmen akan memperketat pengawasan MBG ke depan.

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar program prioritas nasional ini berjalan sesuai tujuan awal.

Ridoi menegaskan kualitas dan keamanan makanan harus menjadi perhatian utama.

“Kami akan memastikan MBG ke depan berjalan lebih baik lagi,” pungkasnya. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #siswa keracunan #keracunan mbg #BGN #dispendik