Radar Jember - Kenaikan harga emas yang belakangan kian meroket rupanya tidak menyurutkan niat masyarakat di Jember untuk mengalihkan aset mereka ke dalam bentuk logam mulia.
Mereka bukan saja menjual untuk mengambil keuntungan, namun masyarakat justru semakin antusias berburu emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang yang dinilai paling aman (safe haven).
Salah satunya pengakuan dari Siti Maimunah. Perempuan asal Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember, ini mengaku konsistensinya berinvestasi logam mulia telah dimulai sejak tahun 2018.
"Beberapa waktu lalu saya melepas sebagian kepemilikan (emas), namun sekarang membeli kembali," kata perempuan yang juga investor logam mulia itu, saat ditemui di salah satu pusat penggadaian, sekitar Jalan Kalimantan, (29/1).
Meski harga emas sedang berada di puncak, ia tetap memilih untuk membeli kembali karena percaya pada stabilitas nilai emas. "Saya meyakini Emas memiliki nilai yang kokoh dan hampir mustahil anjlok," akunya.
Sebelum melakukan transaksi, ia mengaku rutin memantau pergerakan harga Antam melalui aplikasi perbankan.
"Saat ini harganya berkisar Rp3 jutaan (untuk harga beli konsumen di beberapa platform). Meski kadang naik, saya tetap membeli karena percaya emas akan mempertahankan nilainya di masa depan," imbuh Maimunah.
Tren pergeseran gaya investasi dari perhiasan ke emas batangan ini dikonfirmasi oleh pihak otoritas terkait.
Manager Bisnis Kantor Pegadaian Cabang Tegalboto, Sumbersari, Jember, Indra Artha Permana, mengungkapkan bahwa volume pembelian logam mulia mengalami lonjakan drastis justru saat harga sedang tinggi.
Per hari Kamis (29/01) pekan lalu, harga jual emas di Galeri 24 sempat dipatok sebesar Rp3.309.000 per gram, dengan harga buyback (pembelian kembali) di angka Rp3.150.000 per gram.
"Berdasarkan pergerakan pasar hari ini, mayoritas konsumen kami justru berburu emas batangan dan logam mulia. Bahkan minat investasi perhiasan pun kini mulai beralih ke produk batangan," katanya.
Indra menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat Jember ini tidak lepas dari kondisi ekonomi dan politik global.
Kebijakan suku bunga bank sentral serta ketegangan geopolitik internasional, seperti konflik Amerika-Iran, memicu kekhawatiran yang membuat masyarakat memilih instrumen investasi yang paling likuid atau mudah dicairkan.
"Masyarakat kini cenderung mengalihkan dana mereka ke emas karena dinilai lebih aman dan mudah dicairkan sewaktu-waktu," tambah Indra.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti tren investasi ini, ia menyarankan cukup sederhana, cukup membawa KTP, mengisi formulir, dan melakukan pembayaran untuk mendapatkan logam mulia yang diinginkan. (mau/bud)
Baca Juga: Kenan Yildiz Dianggap Kelelahan Jadi Anak Emas Juventus?
HARGA EMAS ANTAM HARIAN*
-Harga Emas 1 gram 5 Februari 2026 Rp. 2.956.000
-Harga Sebelumnya 4 Februari 2026 Rp. 2.973.000
-Perubahan 5 Februari 2026 08:41:46 (turun) Rp. -17.000
Sumber: EmasAntam.Id
Harga Emas di GALERI 24**
(Berat - Harga Jual - Harga Buyback)
0.5 Rp1.560.000 Rp1.394.000
1 Rp2.974.000 Rp2.789.000
2 Rp5.876.000 Rp5.579.000
5 Rp14.581.000 Rp13.948.000
10 Rp29.085.000 Rp27.896.000
**Harga dapat berubah sewaktu Waktu. Harga yang berlaku adalah harga yang tertera pada sistem Galeri 24. (Diperbarui Kamis, 5 Februari 2026)
Editor : Imron Hidayatullahh