Radar Jember - Mengira waktu menjelang magrib aman untuk beraksi, seorang pria asal Pondokdalem, Kecamatan Semboro, justru harus menanggung akibatnya.
Sebab, aksi pencurian alpukat yang dilakukannya sudah diintai penjaga kebun.
Bahkan, pelaku berakhir babak belur dihakimi warga Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Rabu (4/2) malam.
Pelaku tertangkap tangan saat hendak membawa dua karung alpukat hasil curian dari kebun milik warga.
Setelah ditangkap, warga yang geram langsung menghajar pelaku hingga babak belur.
Pelaku tak mampu melawan karena dikeroyok sejumlah warga yang sudah lama resah dengan maraknya pencurian buah.
Pemilik kebun, Sukamsus, mengungkapkan bahwa kasus pencurian alpukat di wilayahnya kerap terjadi dan meresahkan para petani.
“Setelah kejadian ini, ada warga lain yang juga mengaku kehilangan buah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pencurian biasanya terjadi menjelang magrib, terutama setelah hujan turun.
Karena sering kehilangan, penjaga kebun sengaja melakukan pengintaian.
“Biasanya menjelang magrib dan habis hujan. Penjaga kebun akhirnya menunggu dan pelaku muncul. Langsung ditangkap. Di kebun saya sendiri sudah tiga kali kehilangan dalam sepuluh hari terakhir,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Umbulsari AKP Setyono Budhi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaku merupakan residivis kasus pencurian.
“Yang bersangkutan pernah terlibat tindak pidana pencurian handphone sekitar tujuh hingga delapan tahun lalu,” tegasnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh