Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puing Menggantung Diturunkan, SDN Kaliglagah 03 Jember Masih Kekurangan Ruang Kelas hingga Siswa Belajar Lesehan

Jumai RJ • Jumat, 6 Februari 2026 | 03:00 WIB
SEMANGAT BELAJAR: Pelajar SDN Kaliglagah 03 berolahraga dengan latar bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.
SEMANGAT BELAJAR: Pelajar SDN Kaliglagah 03 berolahraga dengan latar bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.

Radar Jember — Setahun lebih puing sisa reruntuhan itu menggantung, menjadi saksi bisu kecemasan setiap hari sekolah.

Puing yang berada di teras SDN Kaliglagah 03, di Dusun Pakisan, Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, akhirnya diturunkan.

Bukan tanpa alasan, sisa bangunan yang ambruk itu dinilai membahayakan keselamatan siswa.

Dalam pembersihan itu, ingatan peristiwa pada Jumat (15/11) 2024 lalu masih melekat kuat.

Pagi itu, suasana sekolah semula riuh oleh tawa anak-anak yang tengah melakukan senam bersama guru di halaman depan.

Namun, kegembiraan berubah menjadi kepanikan ketika ruang kelas 4, 5, dan 6 mendadak ambruk. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sejak saat itu, kondisi SDN Kaliglagah 03 tak pernah benar-benar pulih. Hingga awal Januari 2026, belum ada tanda-tanda rehabilitasi bangunan dilakukan.

Padahal, dampaknya nyata. Tiga kelas terpaksa menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di ruang yang tak semestinya.

Kelas 1, 4, dan 5 belajar secara lesehan, berpindah-pindah antara ruang guru, musala, dan perpustakaan.

Sebelumnya, satu ruang kelas bahkan sudah lama dikosongkan karena rusak parah, jauh sebelum insiden ambruk terjadi.

Kepala SDN Kaliglagah 03, Wawan Hendro Purnomo, mengaku pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan, baik sebelum maupun sesudah bangunan ambruk.

“Kondisi kekurangan ruang kelas ini sudah kami sampaikan berkali-kali. Sudah lebih dari setahun tiga kelas harus KBM dengan lesehan,” ujarnya.

Menurut Wawan, kondisi bangunan yang rusak juga berdampak pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Namun, di tengah keterbatasan itu, kepercayaan orang tua tak surut. Mereka tetap memilih menyekolahkan anak-anaknya di SDN Kaliglagah 03.

Memasuki musim hujan disertai angin kencang, kekhawatiran akan keselamatan siswa semakin besar.

Banyak anak-anak bermain di bawah puing teras yang ambruk. Demi mencegah risiko lebih besar, pihak sekolah akhirnya menurunkan sisa teras tersebut sekitar sebulan lalu.

“Daripada membahayakan anak-anak, puing teras kami turunkan,” katanya.

Wawan berharap, langkah darurat itu segera diikuti perhatian serius dari dinas terkait. Ia ingin sekolahnya kembali aman dan layak.

“Semoga segera diprioritaskan untuk direhab. Kasihan, ada tiga kelas yang sampai sekarang masih belajar dengan lesehan,” pungkasnya. (jum/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #belajar lesehan #SD #sekolah rusak