PAKIS, Radar Jember – Pasca banjir bandang yang terjadi pada Senin (2/2) lalu, warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, masih bergotong royong membersihkan sisa material banjir, kemarin (4/2).
Suasana itu hampir terjadi setiap kali Sungai Petung meluap.
Sebab, air bercampur lumpur selalu meninggalkan endapan pasir di halaman rumah warga.
Beberapa rumah yang kerap terdampak banjir berada di sekitar bantaran Sungai Petung, di antaranya rumah milik Mistiono (55) dan Haris (52), warga Dusun Pertelon.
Kedua rumah tersebut hampir setiap banjir mengalami endapan pasir di halaman.
“Rumah saya berada di bagian utara, jadi setiap Sungai Petung meluap, air langsung menggenangi halaman,” ujar Haris.
Menurutnya, saat banjir besar seperti yang terjadi pada Senin (2/2) lalu, air yang meluap bercampur lumpur dan pasir.
Ketika air surut, sisa material tersebut mengendap cukup tebal di halaman rumah.
“Ketebalan pasir di depan rumah bisa mencapai 30 sampai 35 sentimeter,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa bulan sebelumnya juga sempat terjadi banjir, namun hanya berupa luapan kecil dan tidak separah banjir bandang kali ini.
Pembersihan difokuskan di bagian depan rumah karena ketebalan pasir hampir setara dengan tinggi keramik teras rumah.
“Kalau tidak segera dibersihkan, aktivitas warga jadi terganggu,” pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi