Radar Jember – Banjir bandang yang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memutus akses air bersih.
Sedikitnya 20 batang pipa dengan panjang total sekitar 120 meter hilang terseret derasnya arus.
Akibatnya, ratusan kepala keluarga (KK) kini kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Berdasar assessment PMI Jember, sedikitnya 100 KK terdampak.
Kondisi inilah yang mendorong PMI Jember turun tangan memberikan bantuan darurat.
Dari hasil kaji cepat, kebutuhan paling mendesak yang dihadapi warga adalah pasokan air bersih.
Tanpa saluran pipa, distribusi air ke rumah-rumah praktis terhenti.
“Dari assessment yang kami lakukan, warga korban bencana saat ini sangat membutuhkan air bersih,” ujar Sekretaris PMI Jember, Ghufron Eviyan Efendy.
Pihaknya, menyiapkan bantuan 3 tandon air masing-masing berkapasitas 1.100 liter.
Tandon tersebut ditempatkan di tiga titik berbeda agar mudah dijangkau warga terdampak.
Distribusi dilakukan menggunakan satu unit truk yang membawa perlengkapan pendukung.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi sementara sebelum jaringan pipa kembali normal.
Tak hanya menyediakan tandon, PMI Jember juga rutin mengirim pasokan air bersih menggunakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
Setiap hari, relawan mendistribusikan air ke tandon-tandon yang telah disiapkan.
“Total sebanyak 3.300 liter air. Setiap harinya akan kami kirim untuk warga terdampak sampai saluran air bersih ke rumah-rumah kembali normal,” tambahnya.
Bantuan air bersih ini menjadi penopang utama aktivitas warga selama masa darurat.
Air digunakan untuk memasak, mandi, hingga kebutuhan sanitasi lainnya.
Kehadiran tandon di sejumlah lokasi juga memudahkan warga mengambil air tanpa harus berjalan jauh.
Upaya ini sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah situasi pasca bencana.
Selain fokus pada distribusi air, PMI Jember juga mendukung kelancaran operasi SAR di lokasi banjir.
Koordinasi dengan tim gabungan terus dilakukan agar penanganan bencana berjalan optimal.
“Kami berupaya hadir dan membantu sesuai kebutuhan di lapangan, baik untuk air bersih maupun dukungan kemanusiaan lainnya,” pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh