Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pascabanjir Sungai Petung, BPBD Jember Bersihkan Lumpur di Halaman Rumah Warga dan Evakuasi Lansia

Jumai RJ • Rabu, 4 Februari 2026 | 06:00 WIB
BERSIHKAN LUMPUR: Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember membersihkan lumpur di halaman rumah Haris dan Mistiono, warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Selasa (3/2) pagi.
BERSIHKAN LUMPUR: Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember membersihkan lumpur di halaman rumah Haris dan Mistiono, warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Selasa (3/2) pagi.

Radar Jember - Lumpur cokelat masih menempel tebal di halaman rumah warga Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, kemarin (3/2) pagi.

Sisa banjir bandang Sungai Petung yang terjadi sehari sebelumnya itu meninggalkan jejak kerusakan, mulai dari halaman rumah hingga badan jalan yang tertutup material lumpur.

Meski banjir telah surut, rasa waswas masih menyelimuti warga.

Kekhawatiran akan banjir susulan terus menghantui, mengingat Kecamatan Panti pernah menjadi lokasi banjir bandang besar pada 2006 silam.

Dua dekade berselang, banjir kembali terjadi, meski dengan skala yang lebih kecil.

Setelah banjir menerjang Senin malam (2/2) sekitar pukul 19.00, keesokan harinya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember pun langsung turun tangan membersihkan lumpur di halaman rumah Haris, 52, dan Mistiono, 55.

Dua warga yang rumahnya berada di sisi timur Sungai Petung tersebut dipenuhi lumpur dengan tebal sekitar 35 sentimeter yang menutup halaman rumah dan akses menuju jalan aspal.

Proses pembersihan dilakukan dengan menggunakan mesin pompa penyemprot untuk mengangkat material lumpur yang cukup tebal.

Puluhan personel BPBD Jember dikerahkan dan dibantu warga setempat, anggota Polsek Panti, serta Koramil Panti.

Selain penyemprotan menggunakan mesin, pembersihan juga dilakukan secara manual.

Warga bersama anggota Polsek dan Babinsa bergotong royong membersihkan lumpur menggunakan cangkul dan sekop, terutama di titik-titik yang sulit dijangkau mesin.

Lumpur banjir diketahui sempat masuk ke dalam rumah Haris dan Mistiono sehingga membutuhkan penanganan ekstra.

Tak hanya fokus pada pembersihan, Muspika Panti bersama Pemerintah Desa Pakis juga mengambil langkah antisipasi terhadap potensi banjir susulan.

Seorang warga lanjut usia bernama Sah alias Bu Turi (70), warga Dusun Pertelon, dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Bu Turi tinggal bersama anaknya, Mani, di rumah yang jaraknya hanya sekitar 10 meter dari Sungai Petung. Kondisi tersebut dinilai rawan jika terjadi banjir kembali.

Kepala Desa Pakis, Zaini, mengatakan evakuasi dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

“Rumah nenek Turi sangat dekat dengan sungai dan masih rawan banjir susulan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir bandang pada Senin (2/2) malam dipicu hujan deras di wilayah hulu sungai.

Meski di lokasi kejadian hujan tidak terlalu lebat, aliran air membawa lumpur dan potongan kayu berukuran besar.

Proses evakuasi awalnya dilakukan dengan berjalan kaki.

Namun karena jarak cukup jauh, Bu Turi akhirnya dibawa menggunakan sepeda motor milik keluarga melewati jalan kecil di tengah area persawahan menuju rumah anaknya yang berada di lokasi lebih tinggi dan dinilai aman. (jum/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #BPBD #Kecamatan Panti #sungai petung #banjir bandang