Radar Jember – Banjir bandang Sungai Petung menerjang Dusun Pertelon, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Senin (2/2) malam.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua rumah terendam lumpur dan dua dapur warga hancur setelah tergerus derasnya arus banjir.
Dua rumah yang terendam lumpur masing-masing milik Haris (52) dan Mistiono (55).
Sementara dapur rumah milik Yuliatin (37) dan Abdul Wahid (52) hancur total akibat fondasi bronjong di belakang rumah tergerus arus deras.
“Sekitar pukul 14.00 terjadi hujan dengan intensitas sedang di wilayah hulu Sungai Petung. Tidak lama kemudian debit air naik, warnanya cokelat bercampur lumpur dan membawa banyak kayu,” ujar Mistiono, warga setempat.
Sekitar pukul 19.40, arus deras meluap ke permukiman warga. Air membawa material lumpur, potongan bambu, kayu besar, hingga batu.
Derasnya arus juga menggerus pasangan bronjong yang dipasang pada 2022 lalu hingga menyebabkan dua dapur warga ambruk.
Saat banjir terjadi, Abdul Wahid sempat membantu warga dan Kepala Desa Pakis, Zaini, mengimbau masyarakat agar segera menyelamatkan diri ke tempat aman.
Wahid juga berupaya menyelamatkan sejumlah barang dari rumahnya, termasuk sepeda motor dan komputer kantor.
“Pak Wahid sempat masuk lagi ke dapur untuk mengambil beras dan magicom. Tiba-tiba lantai dapurnya ambles dan berlubang, lalu beliau terseret banjir,” kata Mistiono.
Warga sempat melihat Wahid terjatuh ke sungai. Saat itu korban masih memegang senter dan terlihat melambaikan tangan sebelum akhirnya hilang dari pandangan.
Upaya pengejaran sempat dilakukan, namun kondisi gelap akibat listrik padam serta derasnya arus membuat pencarian tidak maksimal.
Kapolsek Panti AKP Agus Idham Khalid mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak mendekati sungai, termasuk mengambil kayu yang terbawa arus.
Ia menegaskan potensi banjir susulan masih bisa terjadi.
“Bisa saja di sini tidak hujan, tetapi di wilayah hulu hujannya deras,” tegasnya.
Peristiwa ini mengingatkan warga pada banjir bandang serupa yang pernah terjadi di wilayah tersebut pada 2022 lalu. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh