radar jember - BANJIR yang melanda kawasan kampus. Mulai Jalan Jawa, Jalan Mastrip, Jalan Kaliurang, hingga sebagian Jalan Semeru, pada pekan lalu menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Baik unsur legislatif maupun eksekutif turut menyoroti persoalan tersebut.
Menindaklanjuti kondisi itu, Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan infrastruktur di kawasan kampus, tepatnya di Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, Sabtu (31/1).
Dalam sidak tersebut, ia tidak hanya memantau kondisi fisik jalan, tetapi juga mencermati sistem drainase dan gorong-gorong yang kerap dikeluhkan warga.
Penyempitan saluran air disebut menjadi salah satu pemicu genangan hingga banjir saat hujan berintensitas tinggi.
Keluhan tersebut disampaikan langsung warga saat Bupati turun ke lapangan. “Saya mendengarkan langsung masukan warga terkait gorong-gorong yang menyempit dan berpotensi menyebabkan banjir. Masukan ini menjadi perhatian serius,” ungkap Fawait.
Sebagai langkah konkret, ia menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pembenahan terhadap drainase yang bermasalah.
Ia menegaskan bahwa setiap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember harus melalui perencanaan yang matang serta pengawasan ketat demi menjamin keamanan dan kenyamanan publik.
“Infrastruktur yang baik seharusnya mampu mencegah masalah, bukan justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fawait menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada target penyelesaian, tetapi juga harus mengutamakan kualitas pengerjaan serta ketahanan jangka panjang.
“Saya turun langsung untuk memastikan setiap perbaikan jalan benar-benar sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Prinsipnya bukan sekadar selesai, tetapi harus aman, kuat, dan bermanfaat dalam jangka panjang,” ujarnya. (mau/dwi)
Editor : M. Ainul Budi