Radar Jember - Puasa kerap identik dengan tubuh lemas dan keinginan untuk memperbanyak waktu istirahat.
Namun, jika dibiarkan berlarut, kebiasaan terlalu pasif justru membuat badan terasa makin tidak bertenaga selama Ramadan.
Ini tips dokter agar menjalankan ibadah puasa tidak malas gerak (mager).
Apalagi, awal ramadan sudah cukup dekat yakni sekitar tanggal 19 Februari mendatang.
Dokter Penyakit Dalam Siloam Hospitals Jember, dr Agus Yudho Santosa, menilai puasa bukan alasan untuk menghentikan aktivitas fisik sama sekali.
Menurutnya, tubuh tetap perlu digerakkan agar stamina terjaga dan tidak mudah drop.
“Kalau seharian hanya duduk atau tiduran, badan malah terasa lebih berat. Aktivitas ringan tetap dibutuhkan meski sedang puasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, olahraga ringan hingga sedang dapat membantu menjaga kebugaran, memperbaiki mood, sekaligus melancarkan peredaran darah.
Efeknya, tubuh tidak mudah lelah dan konsentrasi tetap terjaga saat beraktivitas.
Waktu berolahraga juga perlu diperhatikan. dr Yudho menyarankan aktivitas fisik dilakukan menjelang berbuka puasa, sekitar satu hingga satu setengah jam sebelumnya, dengan durasi yang tidak terlalu lama.
Jenis olahraga yang dipilih sebaiknya sederhana dan tidak menguras tenaga.
“Jalan kaki, jogging santai, bersepeda ringan, atau peregangan dinilai sudah cukup untuk menjaga kondisi tubuh selama Ramadan,” ucap dr Yudho yang pernah meraih penghargaan dokter teladan 2023 lalu.
Selain bergerak, pola makan saat sahur dan berbuka juga berpengaruh besar.
Asupan bergizi seimbang membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup sehingga tidak mudah lesu di siang hari.
Ia menambahkan, puasa bisa menjadi momen untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Dengan tetap aktif, mengatur waktu istirahat, dan menjaga pola makan, tubuh tetap bugar tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh